Home  /  Berita  /  Kuliner

Misteri Kematian Gadis Deli Serdang di Kamboja, Keluarga Menangis Harap Pemulangan Jenazah

Misteri Kematian Gadis Deli Serdang di Kamboja, Keluarga Menangis Harap Pemulangan Jenazah
Foto korban Nazwa Aliya (19) warga Jalan Bejo, Gang Sejahtera, Dusun XVl, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang tewas secara misterius di Kamboja
Kamis, 21 Agustus 2025 21:02 WIB

DELI SERDANG – Harapan seorang ibu melihat anak gadisnya sukses pupus sudah. Nazwa Aliya (19), warga Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, meninggal dunia secara tragis di Kamboja setelah sebelumnya pamit kepada ibunya untuk interview kerja di bank di Medan.

Ibunda Nazwa, Lanniari Hasibuan, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kembali perjalanan terakhir putrinya. Malam sebelum berangkat, Nazwa sempat pamit untuk mengikuti wawancara. Namun, tanpa diketahui keluarga, ia justru pergi ke Thailand lalu melanjutkan perjalanan ke Kamboja bersama seorang kenalan keluarga.

Sejak 29 Mei 2025, komunikasi antara Nazwa dan ibunya mulai terputus-putus. Hingga akhirnya pada 7 Agustus, keluarga mendapat kabar bahwa Nazwa sakit dan dirawat di RS Siem Reap, Kamboja. Lima hari kemudian, tepat pada 12 Agustus, Nazwa menghembuskan napas terakhir.

“Saya hanya ingin anak saya bisa pulang ke rumah, tapi biayanya Rp138 juta. Saya tidak punya uang sebanyak itu,” lirih Lanniari sambil meneteskan air mata.

Kementerian Luar Negeri RI menyebut Nazwa meninggal karena overdosis obat yang menyebabkan komplikasi hingga hepatitis akut. Namun, keluarga dan DPRD Sumut menilai ada kejanggalan. Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga, menyoroti video Nazwa yang sempat meminta pertolongan. “Patut dicurigai ada dugaan lain, termasuk isu pengambilan organ. Pemerintah harus lakukan investigasi,” tegasnya.

BP2MI Sumut bersama KBRI Phnom Penh masih menyelidiki penyebab pasti kematian Nazwa. Namun, statusnya sebagai pekerja migran ilegal membuat biaya pemulangan jenazah terkendala. “Kami coba mencari pihak yang memberangkatkan Nazwa agar ikut bertanggung jawab,” ujar Kepala BP2MI Sumut, Harold Hamonangan.

Kini, jenazah Nazwa masih berada di Kamboja. Di kampung halaman, ibunya hanya bisa berharap ada uluran tangan pemerintah agar putrinya bisa dipulangkan dan dimakamkan secara layak di tanah kelahirannya.

“Biarpun anak saya sudah tiada, saya ingin dia kembali ke pangkuan saya. Tolong bantu kami,” ucap Lanniari dengan suara bergetar. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Cendekia, Kuliner, Balai Kota, Parlemen
wwwwww