Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
24 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
3 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Opini

Ginjal dan Paru-paru Prada Lucky Hancur, Diduga Akibat Kekerasan Senior

Ginjal dan Paru-paru Prada Lucky Hancur, Diduga Akibat Kekerasan Senior
Senin, 11 Agustus 2025 09:19 WIB
JAKARTA – Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI yang meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan senior, sempat merasakan sakit luar biasa sebelum menghembuskan nafas terakhir. Kakak korban, Lusi Namo, mengungkap kondisi adiknya dalam keadaan mengenaskan sebelum dirawat di rumah sakit.

Lusi mengatakan, dokter yang merawat mengabarkan bahwa ginjal dan paru-paru korban mengalami kerusakan parah sehingga membutuhkan tiga kantong darah. “Ginjal dan paru-paru adik saya hancur,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).

Beberapa hari sebelum koma, Prada Lucky masih sempat melakukan panggilan video dengan keluarga dan terlihat sehat. Ia bahkan sempat bercerita pernah dipukul senior meski dalam keadaan sakit karena dianggap tidak mau bekerja di dapur.

Menurut Lusi, dugaan penganiayaan terjadi saat pergantian piket dari Senin hingga Jumat. Korban bersama rekannya disebut tidur di lantai tanpa tempat tidur. “Saya lihat perutnya ada bekas sepatu, dugaan saya diinjak,” jelasnya.

Keluarga mengetahui Prada Lucky dirawat setelah pihak rumah sakit menghubungi orang tua korban di Kupang, NTT, atas permintaan korban sendiri. Namun, pada Rabu (6/8/2025) pukul 11.23 Wita, ia dinyatakan meninggal dunia di RSUD Aeramo, Nagekeo.

Laporan intelijen sementara menyebutkan, penganiayaan dilakukan oleh 20 senior yang merupakan personel TNI. Sebanyak 16 pelaku memukul menggunakan selang dan empat lainnya dengan tangan kosong. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:gelora.co
Kategori:Opini
wwwwww