Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
15 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
12 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
12 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Karhutla Meluas di Sumbar, Dua Kabupaten Sudah Tanggap Darurat

Karhutla Meluas di Sumbar, Dua Kabupaten Sudah Tanggap Darurat
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terus meluas di sejumlah wilayah.
Senin, 21 Juli 2025 19:44 WIB

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah kasus kebakaran terus meluas di sejumlah wilayah. Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy, mengatakan kesimpulan penetapan status tersebut diambil dalam rapat lintas organisasi perangkat daerah, Senin (21/7/2025).

Dua kabupaten, yakni Limapuluh Kota dan Solok, telah lebih dahulu menyatakan status tanggap darurat.

"Untuk saat ini kita akan tetapkan status siaga darurat karhutla, untuk tanggap darurat melihat perkembangan ke depan bagaimana," ujarnya.

Ia menjelaskan, penetapan status darurat akan mempermudah koordinasi penanggulangan bencana dari segi alat, personel, dan biaya, baik dari pemerintah provinsi maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Di lapangan kita dihadapkan dengan keterbatasan armada, peralatan, dan personel. Sementara potensi karhutla masih tinggi," sambungnya.

BPBD Sumbar mencatat karhutla telah terjadi di delapan kabupaten/kota. Di Kabupaten Solok, kebakaran tercatat di 14 kecamatan, sementara Limapuluh Kota melaporkan kebakaran di 10 dari 13 kecamatan. "Data sementara menunjukkan total luas lahan terbakar hampir mencapai 300 hektare," ujar Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab.

Ia menyebut, personel dan peralatan tambahan telah dikirim ke wilayah yang telah menetapkan tanggap darurat maupun daerah yang meminta bantuan tambahan.

Berdasarkan laporan BMKG, Sumbar diperkirakan mengalami cuaca kering tanpa hujan hingga akhir Agustus. "Karena ancaman ini masih tinggi, maka kita akan tetapkan status siaga darurat," jelas Ilham.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Ferdinal Asmin, mengungkapkan peningkatan intensitas karhutla mulai terlihat sejak Juni. "Hari ini saja terpantau 25 hotspot karhutla di berbagai kabupaten/kota," katanya.

Sejak Januari, tercatat lebih dari 1.700 hotspot yang memicu 66 kasus kebakaran dengan luas terdampak mencapai 201 hektare. "Melihat kondisi saat ini, tentu ini akan tambah meluas," ujarnya.

Ferdinal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam upaya pencegahan. Menurutnya, faktor terbesar penyebab karhutla adalah ulah manusia, baik disengaja maupun tidak. ***

wwwwww