Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
16 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
20 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
16 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kampus

RI Gabung ke BRICS, Legislator: Bisa Bantu Kurangi Ketergantungan Pada Ekonomi Barat

RI Gabung ke BRICS, Legislator: Bisa Bantu Kurangi Ketergantungan Pada Ekonomi Barat
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil. (Dok. Sekretariat Presiden)
Minggu, 20 Juli 2025 16:51 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Indonesia resmi bergabung dengan BRICS sebagai anggota penuh pada tanggal 6 Januari 2025, seperti yang diumumkan oleh pemerintah Brasil. Bergabungnya Indonesia ini menandai perluasan BRICS dan membuka peluang baru bagi kerja sama ekonomi dan diplomasi, meskipun juga terdapat tantangan yang perlu diwaspadai.

Anggota DPR RI Firman Soebagyo mengatakan ada dampak positif dan negatif yang harus diamati Pemerintah karena sudah masuk dalam keanggotaan BRICS.

Menurut Firman dari peningkatan pengaruh global, BRICS merupakan kelompok ekonomi emerging yang berpengaruh, sehingga bergabung dengan BRICS dapat meningkatkan pengaruh Indonesia di forum internasional.

Terlebih, BRICS dapat menjadi mitra dagang yang potensial bagi Indonesia, meningkatkan perdagangan dan investasi.

"Bergabung dengan BRICS dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada ekonomi Barat dan meningkatkan diversifikasi ekonomi," kata Firman kepada wartawan, Minggu (20/7/2025).

Disisi lain, Firman berpandangan Amerika Serikat (AS) mungkin tidak senang dengan bergabungnya Indonesia ke BRICS, karena BRICS dianggap sebagai kelompok yang menantang dominasi ekonomi Barat.

Apalagi, lanjut legislator dapil Jateng III ini  BRICS memiliki kepentingan yang berbeda-beda, sehingga Indonesia perlu memastikan bahwa kepentingannya sejalan dengan kelompok tersebut.

"Bergabung dengan BRICS memerlukan implementasi kebijakan yang efektif untuk memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan," tegas politikus senior Golkar ini.

Untuk itu, Firman yang juga Waketum KADIN ini mengingatkan dalam membuat keputusan, Indonesia perlu mempertimbangkan kepentingan nasional dan melakukan analisis yang komprehensif tentang potensi manfaat dan risiko bergabung dengan BRICS. ***

wwwwww