Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Pertama Kali Gunakan Hijab, Nurul Akmal: Banyak Pelajaran Yang Bisa Diambil

Pertama Kali Gunakan Hijab, Nurul Akmal: Banyak Pelajaran Yang Bisa Diambil
Lifter Nurul Akmal. (NOC Indonesia/Naif Muhammad Al As)
Minggu, 11 Agustus 2024 20:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PARIS - Lifter Tim Indonesia Nurul Akmal tampil beda saat turun di kelas + 80kg putri cabang olahraga angkat besi Olimpiade Paris 2024. Amel, panggilan karibnya, untuk pertama kali tampil di atas panggung menggunakan hijab.

Meski belum berhasil menyumbangkan medali bagi Tim Indonesia, Amel merasa bangga bisa merepresentasikan diri sebagai seorang muslim yang berasal dari Aceh yang mengutamakan syariat islam.

"Ini pertama kali di atas panggung pakai hijab. Bangga banget Amel bisa pakai hijab di sini, karena Amel orang Aceh, jadi mau menujukkan itu semua orang. Amel mau kasih tau kalau wanita berhijab itu lebih dihargai. Bahwa wanita muslim berhijab itu juga bisa tampil di Olimpiade," jelasnya.

Tampil di South Arena 6, Paris, Prancis. Minggu (11/8/2024), Amel menempati peringkat ke-12. Di percobaan angkatan pertama Snatch, Amel sukses mengangkat beban 105kg. Sayang, dia gagal pada percobaan angkatan kedua dan ketiga dengan beban 110kg.

Di percobaan angkatan pertama Clean and Jerk, Amel yang memasang beban 140kg berhasil dengan mulus. Di percobaan angkatan kedua, ia berhasil menambah bebannya menjadi 145kg namun gagal karena terlalu cepat menurunkan bebannya, kemudian kembali gagal di percobaan angkatan ketiga dengan beban 151kg.

"Beda banget antara Tokyo dengan Paris. Di sini banyak penonton dan semuanya suportif siapapun yang main didukung sama mereka. Hari ini Amel sudah berusaha semaksimal mungkin, mainnya enjoy," kata Amel.

"Terima kasih semua yang sudah mendukung Amel. Banyak pelajaran yang bisa diambil, Amel ketemu lawan-lawan kelas dunia. Ke depan Amel harus lebih semangat dan lebih baik lagi," imbuhnya

Buat Amel, ini kali kedua penampilannya di Olimpiade. Pada debutnya di Tokyo 2020, lifter 31 tahun ini mengangkat beban snatch 115 kg dan clean and jerk 141kg untuk total angkatan 256kg dan finis di urutan kelima kelas +87kg.

Medali emas kelas +81kg direbut lifter asal China Li Wen Wen dengan total angkatan 309kg. Sedangkan medali perak diraih Park Hyejeong asal Korea Selatan lewat 299kg dan perunggu dimenangkan Emily Campbell dari Inggris dengan angkatan total 288kg. ***

wwwwww