Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
19 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
22 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Pesawat Mengalami Turbulensi Hebat, Penumpang Terlempar dan Terbentur Langit-langit

Pesawat Mengalami Turbulensi Hebat, Penumpang Terlempar dan Terbentur Langit-langit
Kondisi dalam pesawat Korean Air nomor KE197 berantakan usai mengalami turbulensi hebat di langit China, dalam penerbangan dari Seoul menuju Ulaanbaatar, Ahad (4/8/2024). (Tangkapan laya/ detik.com)
Kamis, 08 Agustus 2024 19:59 WIB
SEOUL - Pesawat Korean Air nomor KE197 mengalami turbulensi hebat di langit China, dalam penerbangan dari Seoul menuju Ulaanbaatar, Ahad (4/8/2024).

Dikutip dari detik.com yang melansir Korea JoongAng Daily, Kamis (8/8/2024), pesawat terguncang naik turun satu jam usai meninggalkan Bandara Incheon. Guncang hebat terjadi selama 15 detik saat terbang di dekat Bandara Tianjin, China pada ketinggian 34.100 kaki (10.393 meter). Pada saat itu petir dan guntur terdengar dari luar.

Salah seorang penumpang berbagi di X pada hari Minggu menyebutkan bahwa turbulensi dimulai sekitar waktu orang-orang selesai makan.

"Pesawat itu menukik tajam sehingga orang-orang berteriak dan semua makanan berjatuhan, itu kacau," keterangan dalam postingan tersebut.

Seorang blogger perjalanan menulis bahwa penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman terlontar ke udara, dengan satu orang terbentur langit-langit dan jatuh ke lorong.

Pesawat yang membawa 281 penumpang itu bagai kapal pecah. Sepuluh penumpang dan empat pramugari melaporkan nyeri punggung dan leher, tetapi tidak ada yang terluka parah.

Layanan makanan dalam penerbangan dihentikan dan penumpang disarankan untuk tetap di kursi mereka dan mengencangkan sabuk pengaman, kata maskapai itu.

Korean Air memberi penumpang obat penghilang rasa sakit anti-inflamasi dalam penerbangan.

Sebuah tim medis menunggu di Ulaanbaatar dan segera merawat pasien ketika mereka turun. Semua penumpang melewati imigrasi tanpa masalah.

Korean Air membuat sejumlah kebijakan terkait turbulensi. Salah satunya, meniadakan layanan makanan 40 menit sebelum mendarat dan menghilangkan menu ramyeon dari menu penerbangan jauh di kelas ekonomi.

Adalah air panas yang digunakan untuk menyajikan ramyeon yang dinilai berpotensi menjadi risiko bagi penumpang saat turbulensi. Sebab, bisa mengakibatkan luka bakar.***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner, Warga Bertuah
wwwwww