Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
9 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
6 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
6 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Kolaborasi Lintas Sektoral Berjalan Maksimal, Kemenpora Yakin Kenaikan IPP Indonesia Lebih Dahsyat

Kolaborasi Lintas Sektoral Berjalan Maksimal, Kemenpora Yakin Kenaikan IPP Indonesia Lebih Dahsyat
Kemenpora menggelar Rakor dengan tema Jumpa Kolaborasi dan Sinergi untuk Muda Berdaya. (Kemenpora)
Senin, 05 Agustus 2024 22:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
YOGYAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan tema Jumpa Kolaborasi dan Sinergi untuk Muda Berdaya di Kulon Progo, Yogyakarta, pada 5-7 Agustus. Dalam rakor itu, Kemenpora mengumumkan peningkatan nilai Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Indonesia menembus angka 56,33 persen.

Kegiatan yang dinaungi Deputi Bidang Kepemudaan Kemenpora ini sejatinya bentuk pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor  43/2022 tentang koordinasi strategis lintas sektor yang meliputi 28 Kementerian/Lembaga (K/L).  

Terlibat dinas turunannya yang terkait di 38 Provinsi dan sebagian Kabupaten/Kota di Indonesia. Ditambah dengan hadirnya Organisasi Kepemudaan (OKP) tingkat nasional.

"Di Rakor kali ini kami ingin menyinkronkan program-program kepemudaan sekaligus untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) menuju Indonesia Emas 2045," kata Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Raden Isnanta.

Dalam penjelasannya, Deputi kelahiran Kulon Progo itu merinci bahwa skor IPP tersebut diukur dari lima domain meliputi pendidikan, kesehatan & kesejahteraan, lapangan & kesempatan kerja, partisipasi & kepemimpinan, serta domain gender & diskriminasi.

Menurutnya, keterlibatan 28 K/L, juga dinas turunan di 38 Provinsi hingga Kabupaten Kota, fungsinya nanti menyamakan program apa saja untuk ke depan yang bisa menjadi daya ungkit terhadap meningkatnya skor IPP.

"Program yang linear untuk Kelima domain tersebut yang akan kami koordinasikan dalam Rakor Pengembangan Pemuda kali ini, supaya skor IPP akan terus meningkat,"  jelasnya.

Beberapa program unggulan Kemenpora yang akan ditawarkan kepada lintas sektor itu antara lain Wiramuda, Collabs Rangers, Kreativesia, Pesta Prestasi, dan diskusi Klub Berkawan.

"Banyak program yang dihadirkan serta ditawarkan Kemenpora untuk mendongkrak lima domain. Namun, tidak menutup kemungkinan diadopsinya program unggulan dari Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk pengembangan lima domain tersebut. Itu yang akan disinkronkan pada rakor kali ini dengan sasaran yang massif," ungkapnya.

Karena itu, ratusan peserta dari beberapa K/L, provinsi serta Kabupaten/Kota, dan juga OKP nasional berkumpul di Yogyakarta untuk memaksimalkan program untuk anak muda yang makin berdaya ke depan dengan digawangi Menpora Dito Ariotedjo sebagai Ketua Pelaksana yang ditunjuk oleh Perpres Nomor 43/2022 tersebut.

Pemuda dalam rentang usia 16 hingga 30 tahun, kata Isnanta, jumlahnya mencapai 64 juta di Indonesia. Jika kegiatan yang dibuat kecil-kecil dan hanya menyentuh jumlah pemuda yang kecil, lanjutnya, maka tidak akan memiliki dampak apa-apa terhadap IPP.

Berdasar pemikiran tersebut, digelarlah Jumpa Kolaborasi dan Sinergi untuk Muda Berdaya ini. Dalam pengumuman skor IPP terbaru di 2023 lalu, nilainya mencapai 55,83. Angka tersebut naik poin jika dibandingkan dengan 2022 yang berada di skor 55,33. Kini, IPP Nasional mencapai 56,33.

"IPP merupakan salah satu instrumen penting sebagai gambaran kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia. Kita membutuhkan kenaikan yang tajam dari IPP ini untuk menghasilkan pemuda yang memiliki daya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.

Upaya pemerintah meningkatkan IPP, kata pria hobi tenis ini, memang terus dilakukan dengan langkah memperluas kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan pelayanan kepemudaan.

Selain itu, juga ada langkah dari pemerintah untuk meningkatkan partisipasi dalam kegiatan berorganisasi, kewirausahaan di kalangan anak muda, meningkatkan partisipasi anak muda di bidang sosial dan politik.

Bukan itu saja, keterlibatan anak muda dalam pembinaan karakter, penguasaan wawasan yang luas dengan pemanfaatan teknologi yang serba digital, juga terus dimaksimalkan.

"Skor IPP itu potret dari posisi pemuda Indonesia dan rakor ini untuk menggerakkan semua komponen, terukur dan bareng-bareng menjalankan skenario program yang telah disepakati bersama bertujuan mewujudkan skor IPP tinggi," ujarnya

Isnanta memastikan diperlukan kerja keras dan komitmen bersama dalam menyusun strategi kebijakan yang tepat untuk dapat mendorong capaian target. Sinergisitas semua pemangku kepentingan seperti pemerintah, swasta, dunia pendidikan, media, masyarakat dan OKP harus terus ditingkatkan pola koordinasi dan komunikasinya.

"Peran masing-masing harus dimaksimalkan sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing, saya yakin peningkatan IPP ke depan makin dahsyat," tandasnya. ***

wwwwww