Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
15 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
4 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah

Founder Football Institute Ingatkan Liga 1 Jangan Jadi Tempat "Sampah" Pemain Asing Tak Berkualitas

Founder Football Institute Ingatkan Liga 1 Jangan Jadi Tempat Sampah Pemain Asing Tak Berkualitas
Budi Setiawan. (Dok, Pribadi)
Sabtu, 03 Agustus 2024 13:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Founder Football Institute Budi Setiawan mengingatkan PSSI untuk  memperketat regulasi dan implementasi sehubungan kuota delapan pemain asing yang ditetapkan di Liga 1. Hal ini terkait dengan keinginan Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk meningkatkan kualitas kompetisi di Tanah Air.

"PSSI harus memperketat regulasi dan implementasi pemain asing. Jangan sampai Liga 1 hanya menjadi tempat "sampah" bagi pemain asing yang sudah masuk usia uzur atau sudah tidak diminati klub-klub luar negeri," kata Budi Setiawan di Jakarta, Sabtu (3/8/2024).

Peringatan ini dilontarkan Budi Setiawan cukup beralasan. Karena, dia melihat adanya indikasi pemain asing yang tidak terverifikasi terukur. Contohnya, pemain asal Brasil Alan Bernardon (PSS Sleman). Dia sebenarnya bermain untuk Cascavel-PR (Serie D Brasil).

Sebelum bergabung PSS Sleman dalam 1 musim kompetisi 2023/2024, Alan Bernandon tercatat bermain di 4 klub. Di klub Cascavel PR (Seri D Brasil), dia tercatat hanya bermain 180 menit atau 2 kali penampilan.

"Jika pemain dengan statistik seperti ini bisa bermain di Liga 1 lalu transfer knowledge apa yang mau diberikan kepada Liga 1? Bukankah lebih baik memberikan kesempatan kepada pemain lokal?," imbuhnya.

Di tengah sorotan PSS Sleman menanti hukuman sidang komdis untuk kasus match fixing, kata Budi Setiawan, PSS Sleman kembali memberikan contoh perekrutan pemain asing yang tidak memikirkan kualitas Liga 1.

Terkait penggunaan pemain asing, kata Budi, idealnya verifikasi pemain asing bukan hanya berdasarkan strata liga dan negara yang berlaku umum, tetapi juga minutes of played pemain asing tersebut. Tujuannya, menjaga kualitas pemain asing yang masuk ke Indonesia sehingga peningkatan kualitas Liga 1 bisa terwujud. ***

wwwwww