Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
9 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Tim Catur Indonesia Juara Umum 21st ASEAN University Games 2024

Tim Catur Indonesia Juara Umum 21st ASEAN University Games 2024
Tim Catur Indonesia. (Foto:AUG2024)
Senin, 01 Juli 2024 19:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Tim Catur Indonesia yang merebut 4 medali emas  dan 1 perak berhasil meraih gelar juara umum cabang olahraga Catur Standar/Klasik pada 21st ASEAN University Games 2024 yang berakhir di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 1 Juli 2024.

Posisi runner up ditempati  Vietnam dengan mengumpulkan 2 medali perak, disusul Malaysia dengan 1 perak dan 3 perunggu di posisi ketiga dan Singapura yang hanya mengantongi 1 medali perunggu di peringkat keempat.

Di nomor Catur Standar Perorangan Putra, pecatur Indonesia mendominasi. Yakni, IM Azarya Jodi Setyaki dari Universitas Gajah Mada (Indonesia) merebut medali emas. Medali perak diraih CM Dziththauly Ramadhan (Universitas Gunadarma) dan pecatur Malaysia Lye Lik Zang yang menempati posisi kelima mendapat keberuntungan dengan meraih medali perunggu.

Pecatur IM Gilbert Elroy Tarigan (Universitas Gunadarma) yang menempati peringkat ketiga dan Naufal Aiz Dhafin Aulia (Universitas Terbuka) yang berada di peringkat keempat harus pasrah.  Hal ini terkait dengan adanya aturan yang hanya memperbolehkan satu negara peserta memperoleh maksimal dua medali di satu nomor pertandingan.

Dengan “penguasaan” di nomor Catur Standar Perorangan Putra, Indonesia juga merebut medali emas di nomor Catur Standar Beregu Putra. Medali perak diraih oleh tim Malaysia dan medali perunggu direbut oleh tim Singapura.

Di nomor Catur Standar Perorangan Putri, Tim Catur Mahasiswi Indonesia kali ini berhasil menampilkan kerja sama yang baik antar anggota tim sehingga bisa terlepas dari tekanan pecatur-pecatur putri Vietnam. WIM Laysa Latifah dari Universitas Negeri Jakarta merebut medali emas, medali perak diambil oleh WIM Bach Ngoc Thuy Duong (Vietnam) dan medali perunggu direbut WIM Azhar Puteri Munajjah Az-Zahraa dari Malaysia.

Dengan hasil kerja sama tim yang baik, pecatur-pecatur putri Indonesia menempati klasemen akhir “berurutan” di peringkat 5 sampai dengan  8, dan komposisi tersebut menghasilkan perhitungan jumlah poin di atas pecatur-pecatur putri Vietnam, sehingga medali emas nomor Catur Standar Beregu Putri direbut Indonesia. Medali perak diperoleh Vietnam dan medali perunggu diraih Malaysia. ***

wwwwww