Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
21 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
11 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
6
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Rapat Anggota NOC Indonesia Putuskan Terima PB Pertacami dan Degradasi PP PTMSI

Rapat Anggota NOC Indonesia Putuskan Terima PB Pertacami dan Degradasi PP PTMSI
Raja Sapta Oktohari bersama pengurus dan Komite Eksekutif NOC Indonesia. (NOC INdonesia)
Sabtu, 09 Maret 2024 16:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Sebanyak 4 keputusan penting diambil dalam Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) sekaligus Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (8/3/2024). 

Keputusan pertama adalah penyesuaian nomenklatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga untuk nama-nama komisi.

Penyesuaian tersebut memperhatikan perkembangan tata kelola keolahragaan baik di International Olympic Committee (IOC) maupun di Olympic Council Asia (OCA).

“Pengesahan penyesuaian nomenklatur dilakukan di Kongres Luar Biasa karena terkait perubahan pada Angaran Dasar. Dari sepuluh komisi, enam akan berubah nama, dua komisi lainnya tetap, satu komisi dihapuskan dan terdapat satu komisi tambahan,” kata Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari.

Dua Olympian, Greysia Polii dari bulutangkis dan Akbar Nasution dari cabang olahraga renang juga ditetapkan sebagai Komite Eksekutif dari perwakilan atlet di Rapat Anggota NOC Indonesia 2024.

Selain itu, Komite Olimpiade Indonesia juga menerima anggota baru, yaitu Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia atau PB Percatami pimpinan Tommy Paulus Hermawan. Yang mengejutkan, adanya keputusan mendegradasi PP PTMSI dari keanggotaannya di NOC Indonesia secara definitif, setelah pembelaan yang disampaikan Ketua Umum PP PTMSI Oegroseno ditolak.

“Dengan berat hati tadi sudah kami putuskan dan di setujui bersama oleh anggota terkait pemberhentian atau pemecatan PP PTMSI dari keanggotaannya di Komite Olimpiade Indonesia,” sebut Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.

“Saya kembali ingin mengingatkan kepada semua anggota dan pengurus cabang olahraga untuk tetap patuh dan taat pada prinsip-prinsip tata kelola yang diatur dalam piagam Olimpiade,” tegasnya.

Di sisi lain, Okto juga menyampaikan keprihatinannya pada masa depan olahraga Indonesia karena tidak menjadi topik bahasan di semua sesi debat calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2024.

Padahal, menurut Okto, pengembangan kualitas sumber daya manusia salah satunya dapat diukur dari prestasi olahraga yang diraih di multievent. Itu artinya, olahraga turut menjaga harga diri bangsa atau national pride di mata dunia.

“Sebagai negara dengan populasi nomor empat terbesar di dunia, Indonesia seharusnya bisa menjadikan multievent olahraga sebagai etalase pengembangan Sumber Daya Manusia, dan prestasi menjadi tolok ukur dari keberhasilannya,” kata Okto dalam sambutannya.

Di sisi lain, pendanaan masih menjadi masalah utama pengembangan olahraga di Indonesia. Mewakili 66 federasi cabang olahraga, Okto mengungkapkan harapannya pada kenaikan jumlah anggaran dari APBN untuk prestasi olahraga Indonesia.

Harapan itu disampaikan Okto di hadapan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang juga mengakui bahwa pendanaan merupakan masalah utama pengembangan prestasi olahraga Indonesia.

“Menyoal pendanaan, saya setuju memang perlu sebuah atensi besar terhadap olahraga Indonesia. Tidak mungkin orang bisa hebat tanpa dukungan dari pemerintah,” ungkap Suharso Monoarfa.

Sementara itu, Member International Olympic Committee (IOC) Erick Thohir, yang juga Menteri BUMN dalam sesi diskusi olahraga menegaskan pentingnya olahraga dan pertumbuhan ekonomi.

“Pemerintah saat ini telah menjadikan olahraga sebagai priority dari pada human capital. Ekonomi tumbuh, olahraga tentu juga akan berkembang seiring pertumbuhan ekonomi yang baik,” jelas Erick.

Selain itu, Menteri Erick juga berharap semua Pengurus Besar (PB) cabang olahraga memiliki blueprint, sehingga prestasi olahraga tanah air lebih terukur pencapaiannya.

“Atlet harus jadi yang paling utama yg perlu supporting dari pemerintah dan dari PB. Jangan sampai pengurus lebih ngetop dari atletnya,” harapannya.

Daftar Perubahan Komisi Komite Olimpiade Indonesia 2024 :

1. Komisi Sport and Law menjadi Legal Affairs Comission

2. Komisi Sport Development menjadi Sport Comission

3. Komisi Finance and Budgeting menjadi Revenue & Commercial Partnership Comission

4. Komisi Women & Sport menjadi Gender Equity, Diversity & Inclusion comission

5. Komisi sport medical menjadi medical & scientific comission

6. Komisi olympic culture & education menjadi culture & education comission

7. Komisi sport and environment ditiadakan

8. Komisi sport for all tetap menjadi sport for all comission

9. Penambahan Sport and Rules Comission

10. Komisi Atlet tetap menjadi Athletes comission. ***

wwwwww