Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
20 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
9 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
6
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Gelanggang

PPFI dan PTOI Bentuk Sains Olahraga Indonesia Raya

PPFI dan PTOI Bentuk Sains Olahraga Indonesia Raya
Pengurus PPFI dan PTOI. (Ist)
Senin, 04 Maret 2024 11:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Perkumpulan Pelatih Fisik Indonesia (PPFI) dan Persatuan Terapis Olahraga Indonesia (PTOI) sepakat membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sains Olahraga Indonesia Raya. Bahkan, Ketua Umum PTOI Chairul Umam sepakat mengangkat Ketua Umum PPFI Pusat Drs Kelana Sukma Anggun Jatnika S.Pd sebagai Direktur LSP Sains Olahraga Indonesia Raya.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (4/3/2024), Kelana mengatakan, keberadaan PPFI dan PTOI selama ini bertugas mengembangkan dan mengedukasi Sumber Daya Manusia (SDM) Tenaga Keolahragaan khususnya pelatih fisik dan terapis olahraga. Untuk itu, PPFI dan PTOI perlu wadah sehingga bisa bersonergi dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. 

“Peningkatan kualitas pelatih fisik dan terapis olahraga ini bisa berdampak terhadap peningkatan prestasi olahraga Indonesia ke depan. Makanya, PPFI dan PTOI membentuk Sains Olahraga Indonesia Raya sehingga program kerjanya lebih terarah dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia ke depan," tegasnya. 

LSP Sains Olahraga Indonesia Raya ini, kata Kelana, sudah sejalan dengan rencana pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang mulai akan menertibkan para tenaga keolahragaan di Indonesia dengan standarisasi Lisensi Nasional dibawah pengawasan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

WartaPKU Drs Kelana Sukma Anggun Jatnik
Drs Kelana Sukma Anggun Jatnika S.Pd (baju hitam) dan Khairul Umam. (Ist)

“LSP Sains Olahraga Indonesia Raya akan menjadi perpanjangan tangan BNSP dalam upaya menciptakan pelatih fisik dan terapis olahraga yang memiliki lisensi sesuai dengan aturan yang diberlakukan BNSP,” tandasnya. 

LSP Sains Olahraga Indonesia Raya memiliki 7 skema kompetensi. Yakni, Pelatih fisik nasional level pemula, Pelatih fisik nasional level muda, Pelatih fisik nasional level madya, Pelatih fisik nasional level utama, Terapis olahraga nasional level pemula, Terapis olahraga nasional level madya dan Terapis olahraga nasional level utama. ***

wwwwww