Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
21 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
11 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
6
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Uden Kusuma Wijaya: Konsep Bisnis Liga Sepakbola Indonesia Masih Andalkan Figur

Uden Kusuma Wijaya: Konsep Bisnis Liga Sepakbola Indonesia Masih Andalkan Figur
Uden Kusuma Wijaya saat Sidang Terbuka Promosi Doktor UI. (Ist)
Senin, 19 Februari 2024 21:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tenaga Ahli Kemenpora Uden Kusuma Wijaya mengakui prospek marketing liga sepakbola Indonesia sangat besar.  Namun, sayangnya potensi tersebut belum dimaksimalkan menjadi praktek bisnis olahraga dengan baik dan benar.

Hal tersebut disampaikan Uden Kusuma Wijaya saat menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor Universitas Indonesia (UI) di Rektorat UI Salemba Jakarta, Senin (19/2/2024).

Menurutnya, Tata Kelola liga sepakbola Indonesia belum sepenuhnya dijalankan sebagai industri olahraga yang saling menguntungkan. “Bisnis olahraga harus memikirkan keberlanjutan dan tidak harus mengandalkan figur,”ujarnya.

Dia menilai aspek bisnis di liga sepakbola Indonesia belum sepenuhnya difahami dengan baik. “Mengelola olahraga seperti liga sepakbola harus dengan logika industri dan logika bisnis,” katanya.

Dalam industri olahraga, bisnis olahraga idealnya berjalan secara profesional menjadi aktifitas bisnis tanpa harus bergantung pada figur seperti ketua umum.

Uden menambahkan, sepakbola memiliki potensi bisnis yang besar karena hampir 70 persen populasi penduduk Indonesia menyukai sepakbola. Sayangnya potensi itu tidak tergarap maksimal karena tidak didukung ilmu sport marketing yang benar. “Nilai pasar sepakbola Indonesia yang besar semestinya menjadi produk bsinis yang besar,” ungkapnya.

Mantan ketua Asprov PSSI DKI Jakarta itu juga menyoroti perlunya dukungan kebijkan Undang - undang yang berpihak pada pelaku bisnis sepakbola seperti pemilik klub.

Dalam sidang Promosi Doktornya, Uden Kusuma Wijaya dinyatakan lulus dengan desertasi kajian stratejik dan global tentang ekosistem industri olahraga Indonesia, sebagai arena studi atas liga sepakbola Indonesia.

“Bidang ini sangat penting bagi industri olahraga, saya yang secara akademis menjadi orang pertama, saya melihat ada sebuah peluang untuk membesarkannya,” tutur Uden. ***

wwwwww