Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
19 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
9 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Migi Rihasalay dan Andrew James Ajak Anak-anak Berkreasi dengan Limbah Alam

Migi Rihasalay dan Andrew James Ajak Anak-anak Berkreasi dengan Limbah Alam
Desainer dan seniman Migi Rihasalay saat mengajarkan anak-anak berkreasi dengan limbah alam. (Ist)
Senin, 19 Februari 2024 22:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANTEN - Migi Rihasalay, seorang designer dan seniman, kembali menggelar kegiatan positif dengan memimpin anak-anak dalam memanfaatkan limbah alam untuk menciptakan karya seni yang menawan, di Kampung Joglo Tanjung Lesung, Banten, Minggu (18/2/2024).

Kegiatan psoitif ini tidak hanya mengajak anak-anak untuk berkreativitas, namun juga untuk meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga lingkungan.

Dalam sesi tersebut, anak-anak diajak untuk mengenal berbagai jenis pepohonan dan bagian-bagiannya sambil menggunakan limbah alam sebagai bahan utama.

"Kami ingin anak-anak ini tidak hanya belajar tentang seni, tetapi juga tentang keanekaragaman alam serta betapa pentingnya untuk merawatnya," ujar Migi dengan antusias.

Tak sendiri, Migi Rihasalay yang kerap didampingi oleh sang suami, Andrew James, menyebuykan bahwa salah satu aspek menarik dari kegiatan ini adalah penggunaan kardus bekas sebagai dasar untuk menciptakan bentuk wajah.

Dengan kreativitas tinggi, anak-anak memotong kardus bekas menjadi berbagai bentuk seperti kotak, oval, yang kemudian dijadikan sebagai dasar ekspresi wajah.

Migi juga memberikan contoh ekspresi wajah yang berbeda-beda kepada anak-anak, menggunakan ornamen limbah alam seperti ranting, daun kering, akar, buah, dan bunga. Hal ini tidak hanya melatih kreativitas mereka tetapi juga membantu anak-anak untuk memahami beragam emosi yang dapat diungkapkan melalui seni.

"Anak-anak sangat senang dan antusias dalam mengerjakan proyek ini. Mereka merasa terlibat secara aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan karya seni yang indah," tambah Migi tersenyum.

Migi mengutarakan, filosofi di balik kegiatan ini adalah untuk mengajarkan anak-anak untuk menghargai setiap hal di sekitar mereka, termasuk sampah, dan bagaimana hal-hal tersebut dapat diubah menjadi sesuatu yang indah dan berguna.

Dengan demikian, kegiatan ini bukan hanya sekedar pembelajaran seni namun juga pembelajaran tentang kepedulian lingkungan dan penghargaan terhadap alam.

Andrew James pun menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk turut serta dalam menjaga lingkungan sekitar melalui kreativitas dan kepedulian.

Dengan begitu, bukan tidak mungkin bahwa suatu hari nanti, kita akan melihat lingkungan yang lebih bersih dan indah, berkat upaya kolaboratif dari semua pihak. (Yazid N). ***

wwwwww