Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
12 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
2
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
3
Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru Selidiki Akar Pohon Terbakar Usai Timpa Mobil di Jalan Jenderal Sudirman
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru Selidiki Akar Pohon Terbakar Usai Timpa Mobil di Jalan Jenderal Sudirman
4
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
5
Gagal Bawa Pulang Tiga Poin dari Bekasi, Pelatih PSPS Pekanbaru Apresiasi Mentalitas Skuad Askar Bertuah
Gelanggang
12 jam yang lalu
Gagal Bawa Pulang Tiga Poin dari Bekasi, Pelatih PSPS Pekanbaru Apresiasi Mentalitas Skuad Askar Bertuah
Home  /  Berita  /  Kuliner

Tuduh Amerika Serikat Sering Perlambat Proses, Iran Enggan Buru-buru Sahkan Memorandum Kesepakatan

Tuduh Amerika Serikat Sering Perlambat Proses, Iran Enggan Buru-buru Sahkan Memorandum Kesepakatan
Ilustrasi - Amerika Serikat dan Iran. (Foto: Antara/Anadolu).
Minggu, 14 Juni 2026 22:32 WIB

JAKARTA - Dialog internasional untuk meredakan situasi geopolitik di Timur Tengah belum menemui titik temu yang sah. Iran menegaskan draf memorandum kesepakatan bersama Amerika Serikat tidak akan langsung disetujui tanpa pertimbangan yang matang dari para ahli.

Teheran memilih mengabaikan batas waktu psikologis yang sempat dilemparkan oleh para pemimpin dunia ke media massa.

"Iran belum mengumumkan keputusan final mengenai memorandum kesepakatan yang diusulkan," ungkap sumber internal negosiasi kepada kantor berita Fars, Minggu (14/6/2026).

Sikap Tegas Teheran Hadapi Tekanan Opini Global

Negosiasi ini menjadi sorotan tajam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim pada platform Truth Social, Sabtu (13/6) bahwa kesepakatan akan diteken, Minggu. Pendapat itu diperkuat Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif selaku mediator yang menyebut target penyelesaian 24 jam.

Namun, situasi riil di internal Iran menunjukkan kondisi sebaliknya lewat fakta berikut:

  • * Review Berlapis: Draf regulasi wajib melewati pengkajian politik, hukum, dan teknis oleh para pengambil keputusan.
  • * Penolakan Jadwal Kilat: Iran memastikan penandatanganan tidak akan terjadi, Minggu (14/6/2026), melainkan mundur dalam beberapa hari ke depan.
  • * Hambatan Birokrasi: Iran menuding balik Amerika Serikat sebagai pihak yang sering memperlambat proses akibat sikap yang tidak konsisten.

Fokus Utama Perjanjian Bilateral

Kendati berjalan alot, cetak biru diplomasi yang dijembatani Pakistan ini tetap diarahkan pada penyelesaian konflik besar.

Target utamanya adalah pemulihan keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz, peredaman konflik Washington-Teheran, hingga kepastian hukum operasional program nuklir Iran secara global. Atas dasar kepentingan besar itulah, para pejabat Iran enggan gegabah mengambil keputusan akhir. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww