Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
24 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  Kuliner

Tensi Mendidih di Selat Hormuz, Iran Bombardir Pangkalan Maritim AS di Bahrain

Tensi Mendidih di Selat Hormuz, Iran Bombardir Pangkalan Maritim AS di Bahrain
Ilustrasi drone militer Iran. (Foto: WANA/IRGC)
Rabu, 10 Juni 2026 12:09 WIB

JAKARTA - Pertempuran langsung yang melibatkan pangkalan utama maritim AS di Bahrain menandai babak baru konfrontasi bersenjata di Timur Tengah, Rabu (10/6/2026). Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah meluncurkan gelombang serangan pesawat tak berawak (drone) yang menyasar pangkalan pasukan Armada Kelima Amerika Serikat (AS) di Bahrain.

Langkah ofensif Teheran ini merespons tindakan jet-jet tempur milik militer AS yang secara agresif membombardir sejumlah wilayah di Iran bagian selatan pada dini hari waktu setempat. Eskalasi militer di kawasan Teluk kini berada di titik nadir yang sangat berbahaya.

Klaim Balasan Berantai IRGC

Saluran berita resmi pemerintah Iran, Press TV melaporkan bahwa komando tertinggi IRGC mengonfirmasi operasi udara menggunakan pesawat tanpa awak tersebut sengaja dikerahkan untuk menjaga kedaulatan teritorial mereka.

Pihak Teheran menyatakan hantaman rudal dari jet tempur Amerika sebelumnya telah merusak parah sebuah menara telekomunikasi penting serta menghancurkan dua fasilitas reservoir air bersih warga di wilayah pesisir Sirik. Bentrokan terbuka di Selat Hormuz ini dilaporkan masih terus berlangsung sengit hingga siang hari ini.

Mengingat tensi yang kian mendidih di lapangan, militer Iran mengisyaratkan kemungkinan besar akan mengambil langkah-langkah taktis yang jauh lebih agresif sebagai bagian dari rantai operasi pembalasan jilid berikutnya.

Dalih Membela Diri Pentagon

Ketegangan hebat di pertengahan tahun ini bermula ketika Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengumumkan bahwa pasukan maritim dan udara mereka telah mulai melepaskan rentetan proyektil ke daratan Iran. Pihak Pentagon berkilah bahwa operasi pemboman ini merupakan tindakan 'membela diri'.

Langkah tersebut terpaksa diluncurkan setelah sebuah helikopter militer jenis Apache milik Angkatan Darat AS jatuh, akibat gangguan yang dituduhkan kepada militer Teheran dalam insiden sebelumnya.

Daftar Wilayah Terdampak Ledakan

Dampak dari gempuran kilat AS tersebut langsung dirasakan di sepanjang pesisir Provinsi Hormozgan. Beberapa laporan dari kantor berita setempat merinci situasi mencekam di lapangan:

  • Kantor Berita Tasnim: Menyebutkan wilayah Sirik, Pulau Qeshm, dan Minab menjadi sasaran empuk jet tempur Amerika, dengan sedikitnya enam ledakan besar terdengar menggelegar dan memicu kepanikan warga lokal. Otoritas penyiaran setempat juga memastikan sebuah proyektil misteri menghantam pusat Kota Sirik.
  • Kantor Berita Mehr: Mendeteksi adanya empat ledakan beruntun di sekitar Pelabuhan Jask serta satu dentuman keras di pinggiran kota Bandar Abbas.

Merespons situasi tersebut, sistem pertahanan payung udara di Bandar Abbas langsung diaktifkan secara penuh demi menghalau gempuran susulan. Militer Iran juga bergerak cepat dengan menyiagakan seluruh payung udara pertahanan mereka di wilayah Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik guna mengantisipasi manuver tak terduga dari pesawat tempur musuh.

Meskipun sifat serangan dan jumlah korban riil dari kedua belah pihak masih belum dirilis secara gamblang ke publik, konflik ini berpotensi menyeret seluruh kawasan ke dalam pusaran perang terbuka yang tak terkendali. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww