Home  /  Berita  /  Kampus

Kurang dari 10 Menit, Peringatan Dini Tsunami Keluar Pascagempa Laut Sulawesi

Kurang dari 10 Menit, Peringatan Dini Tsunami Keluar Pascagempa Laut Sulawesi
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama (dua kiri) mendampingi Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani (tengah) Sekretaris Utama BMKG Guswanto (dua kanan) dalam konferensi pers peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 Mindanao Filipina yang digelar secara
Senin, 08 Juni 2026 09:26 WIB

JAKARTA - Peringatan dini tsunami langsung dibunyikan kurang dari 10 menit pascagempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo di perairan Laut Sulawesi. Guncangan keras yang berpusat di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara (sektor Mindanao, Filipina) tersebut terjadi Senin pagi pukul 06.37 WIB pada kedalaman 47 kilometer.

Menyusul peringatan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi adanya kedatangan gelombang tsunami minor setinggi 9-18 centimeter di sejumlah pantai.

Tiga Lokasi Pantau Catat Anomali

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama menyebutkan kemunculan air laut itu terdeteksi dengan jelas. Hal tersebut ia sampaikan langsung pada konferensi pers di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Tiga lokasi yang mulai disentuh gelombang meliputi kawasan pesisir Ulu Siau (Sulawesi Utara), Melonguane (Sulawesi Utara), dan wilayah Maluku Utara.

Pantang Turunkan Kewaspadaan

Meski riak awal tidak terlalu besar, masyarakat diminta patuh pada standar evakuasi. Model proyeksi BMKG memperkirakan puncak gelombang laut berpotensi masuk ke level bahaya, yakni status Siaga hingga Awas di beberapa titik pesisir.

"Kami meminta seluruh masyarakat untuk terus memantau atau mengikuti informasi yang diberikan oleh BMKG karena menurut pemodelan, ada beberapa wilayah yang dari sisi pemodelan akan siaga, tinggi tsunaminya berkisar antara Siaga dan juga Awas," ungkap Nelly Florida Riama.

Kolaborasi antar instansi kini difokuskan untuk mengawal ketat pergerakan air melalui data pasang surut serta sensor tsunami yang terpasang di wilayah utara dan timur Indonesia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww