Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
12 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
2
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
3
Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru Selidiki Akar Pohon Terbakar Usai Timpa Mobil di Jalan Jenderal Sudirman
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru Selidiki Akar Pohon Terbakar Usai Timpa Mobil di Jalan Jenderal Sudirman
4
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
5
Gagal Bawa Pulang Tiga Poin dari Bekasi, Pelatih PSPS Pekanbaru Apresiasi Mentalitas Skuad Askar Bertuah
Gelanggang
12 jam yang lalu
Gagal Bawa Pulang Tiga Poin dari Bekasi, Pelatih PSPS Pekanbaru Apresiasi Mentalitas Skuad Askar Bertuah
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Tiga Petani Dicabik Saat Panen, Perburuan Beruang Liar Pasaman Barat Dimulai

Tiga Petani Dicabik Saat Panen, Perburuan Beruang Liar Pasaman Barat Dimulai
Tim BKSDA Sumbar saat memasang kandang jebak beruang di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (15/2/2026) malam.
Selasa, 17 Februari 2026 07:21 WIB

PASAMAN BARAT – Suasana panen raya di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, mendadak berubah menjadi horor pada akhir pekan lalu. Seekor beruang liar yang muncul dari balik semak-semak mengamuk dan menyerang petani, memaksa Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menggelar operasi penangkapan khusus.

Tim gabungan BKSDA bersama Centre for Orangutan Protection (COP) kini tengah berpacu dengan waktu untuk mengamankan predator tersebut sebelum jatuh korban berikutnya. Sejak Sabtu (14/2/2026), kandang jebak (box trap) telah dipasang di jalur-jalur pelarian yang diduga dilalui satwa tersebut.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Antonius Vevri, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk meredam keresahan masyarakat sekaligus menyelamatkan satwa itu sendiri agar tidak diburu secara liar.

"Kandang jebak sudah kita pasang untuk menangkap beruang yang sempat melukai warga. Patroli dan penghalauan juga terus dilakukan secara intensif di sekitar lokasi kejadian," ujar Antonius, Senin (16/2/2026).

Insiden mencekam itu bermula pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Tanpa peringatan, beruang tersebut menyerang warga yang tengah memanen padi di area persawahan Labuah Barulak. Akibat serangan membabi buta itu, tiga warga yakni Aidil Putra (20), Sabri (65), dan Maijasman (63) mengalami luka-luka serius dan harus dilarikan ke RSUD Pasaman Barat serta Puskesmas Talu.

Pasca-serangan, ketegangan masih menyelimuti desa. Tim BKSDA dibantu perangkat nagari dan warga setempat terus menyisir jejak kaki dan tanda-tanda keberadaan beruang di sekitar hutan dan ladang. Antonius mengimbau warga untuk sementara waktu meningkatkan kewaspadaan dan tidak pergi ke ladang sendirian hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.

"Situasi mulai kondusif, namun tim masih berjaga dan menyisir area," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Riau
wwwwww