Pujian Nicki Minaj buat Donald Trump sebagai Teladan bagi Anak Muda
![]() |
| Rapper Nicki Minaj. (Instagram) |
Penulis: Mambang Yazid
Pujian tersebut disampaikan Nicki Minaj saat tampil secara mengejutkan dalam konvensi Turning Point USA di Phoenix, Arizona, pada Minggu waktu setempat. Dalam acara itu, pelantun Super Bass tersebut berbincang di atas panggung bersama CEO Turning Point USA, Erika Kirk.
Dalam sesi tanya jawab, Kirk menanyakan pelajaran apa yang didapat Nicki Minaj dari pemerintahan Trump. Minaj menjawab dengan nada penuh apresiasi.
“Saya memiliki rasa hormat dan kekaguman yang sangat besar kepada Presiden kami. Saya tidak tahu apakah beliau menyadari hal ini atau tidak, tetapi dia telah memberi begitu banyak orang harapan,” ujar Nicki Minaj.
“Pemerintahan ini dipenuhi oleh orang-orang yang punya hati dan jiwa, dan itu membuat saya bangga pada mereka. Wakil Presiden kami juga membuat saya… yah, saya mencintai mereka berdua. Keduanya punya kemampuan luar biasa untuk menjadi sosok yang bisa dirasakan kedekatannya oleh masyarakat," tutur Nicki Minaj.
Nicki Minaj juga mengungkapkan alasan dirinya kini lebih vokal dalam isu politik. Menurutnya, hal itu berangkat dari rasa lelah karena merasa ditekan.
“Ada sesuatu di dalam diri saya yang lebih kuat dari apa pun yang ada di luar sana. Ketika kamu sudah terlalu lelah, kamu akan sadar, ‘Tunggu sebentar, kenapa saya harus peduli dengan apa yang mereka pikirkan?’ Mereka bahkan tidak tahu siapa diri mereka sendiri. Jadi, saya tidak akan mundur lagi. Saya tidak akan pernah mundur,” kata rapper berusia 43 tahun itu.
Dalam kesempatan yang sama, Nicki Minaj turut melontarkan kritik terhadap Gubernur California Gavin Newsom, khususnya terkait pernyataannya soal remaja transgender. Ia bahkan memelesetkan nama Newsom dengan sebutan bernada sindiran. Minaj kemudian menyebut Trump dan JD Vance sebagai figur teladan bagi kaum muda.
“Anak-anak muda, kalian punya role model yang luar biasa seperti Presiden kita yang tampan dan karismatik, dan juga Wakil Presiden kita, JD Vance,” ucapnya.
Namun, pernyataan tersebut sempat memicu suasana canggung karena Minaj menggunakan istilah sensitif, mengingat suami Erika Kirk, Charlie Kirk, meninggal dunia setelah ditembak dalam sebuah acara di kampus Utah Valley University pada September lalu.
Menanggapi momen tersebut, Nicki Minaj memilih meredam situasi dan menyatakan dukungannya kepada Kirk.
“Kalau internet mau memotong dan menyebarkannya, siapa peduli? Saya mencintai perempuan ini. Dia perempuan yang luar biasa, punya hati dan jiwa. Kata-kata hanyalah kata-kata, tapi saya tahu isi hatinya, dan itu yang penting,” ujar Minaj.
Sebagai informasi, bulan lalu Nicki Minaj juga menyuarakan dukungannya kepada Donald Trump dalam sebuah pidato di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, saat membahas isu penganiayaan terhadap umat Kristen di Nigeria.
Pernyataan-pernyataan Minaj tersebut kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu figur hiburan yang semakin terbuka dalam menyampaikan pandangan politiknya di ruang publik. ***











