Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
15 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
15 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Aktivitas Vulkanik Semeru Masih Tinggi, 83 Kali Gempa Letusan Tercatat

Aktivitas Vulkanik Semeru Masih Tinggi, 83 Kali Gempa Letusan Tercatat
Gunung Semeru yang saat ini berada dalam status level III atau siaga itu mengalami 83 kali gempa letusan. (Dok. PVMBG)
Minggu, 14 Desember 2025 17:29 WIB

JAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 83 kali gempa letusan sejak Minggu (14/12/2025) dini hari, menandakan erupsi masih mendominasi aktivitas kegempaan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyampaikan bahwa dalam enam jam pengamatan terakhir, intensitas gempa letusan masih cukup tinggi.

“Dalam periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB tercatat 40 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10–22 milimeter dan durasi 66 sampai 173 detik,” ujarnya dalam laporan tertulis. 

Selain gempa letusan, tercatat pula tiga kali gempa embusan dengan amplitudo 4–8 milimeter serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo sekitar 15 milimeter. Aktivitas tersebut menunjukkan pergerakan magma dan tekanan gas masih berlangsung di dalam gunung. 

Secara visual, pengamatan puncak Semeru masih terkendala kabut. “Gunung tertutup kabut, asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga mendung dengan angin lemah ke arah utara dan timur laut,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat di sekitar kawasan gunung api diminta tetap mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Aktivitas warga dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena potensi bahaya lontaran batu pijar. Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Aliran sungai tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas guguran dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak. Potensi bahaya serupa juga perlu diwaspadai di sepanjang Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang bermuara dari kawasan puncak Semeru. 

Petugas terus melakukan pemantauan intensif dan mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi guna mengantisipasi dampak aktivitas Gunung Semeru yang masih fluktuatif. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Kampus, Warga Bertuah
wwwwww