Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
15 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
14 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Balai Kota

MK Perketat Penugasan Polisi di Jabatan Sipil, Menhut Tetap Minta Dukungan Polri

MK Perketat Penugasan Polisi di Jabatan Sipil, Menhut Tetap Minta Dukungan Polri
Rabu, 19 November 2025 05:17 WIB

JAKARTA – Ketentuan baru dari Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai penempatan polisi aktif di jabatan sipil memantik polemik di tingkat kementerian. Putusan MK Nomor 114/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan Kamis (13/11/2025) menyatakan anggota Polri aktif wajib mengundurkan diri atau pensiun jika ingin menduduki jabatan sipil.

Namun, pandangan berbeda muncul dari Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Ia secara terbuka menyebut kebutuhan akan personel kepolisian di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) masih sangat mendesak, terutama dalam penguatan pengawasan internal dan penanganan kebakaran hutan.

“Saya menghormati keputusan MK. Tapi kalau saya ditanya secara pribadi sebagai pemimpin di Kementerian Kehutanan, kehadiran unsur kepolisian di Kemenhut sangat membantu,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Raja Juli mencontohkan posisi Inspektorat Jenderal yang kini dijabat perwira tinggi Polri. Menurutnya, pejabat tersebut memegang peran penting dalam memastikan tata kelola berjalan lebih tertib. Selain itu, staf khusus dari unsur kepolisian dinilai efektif membantu upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Irjen yang kebetulan dari polisi sangat membantu pengawasan internal dan untuk perbaikan tata kelola. Stafsus saya yang juga dari polisi benar-benar membantu untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla,” jelasnya.

Ia mengaku sudah bersurat langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk meminta personel Polri ditempatkan di kementeriannya. “Saya mengirim surat ke Kapolri meminta beliau menugaskan orang terbaiknya untuk membantu saya melaksanakan tugas yang tidak mudah itu,” ungkapnya.

Dari data Mabes Polri, tercatat sekitar 300 anggota aktif menduduki posisi manajerial di kementerian dan lembaga, sementara 3.800 lainnya bertugas sebagai staf pendukung. Penempatan ini disebut berdasarkan permintaan instansi.

Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menjelaskan bahwa putusan MK tidak berlaku surut. Artinya, polisi aktif yang sudah menempati jabatan sipil tetap dapat melanjutkan tugasnya, kecuali institusi Polri menarik mereka kembali. Aturan baru hanya berlaku bagi penugasan mendatang.

Putusan MK ini menjadi titik balik bagi relasi antara lembaga sipil dan institusi kepolisian, sekaligus mencerminkan perbedaan kebutuhan di tiap kementerian dalam menjalankan tugas-tugas strategis mereka. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Balai Kota, Parlemen, Lingkungan
wwwwww