Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
14 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
21 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Konflik Agama Jadi Sorotan, Kemenag Luncurkan Lima Rekomendasi Pencegahan

Konflik Agama Jadi Sorotan, Kemenag Luncurkan Lima Rekomendasi Pencegahan
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat.
Minggu, 16 November 2025 08:28 WIB

JAKARTA – Kementerian Agama menyusun lima rekomendasi strategis sebagai langkah pencegahan konflik sosial bernuansa keagamaan. Rumusan tersebut dihasilkan dari Workshop Pemetaan Potensi Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan yang digelar di Jakarta pada 12–14 November 2025.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menilai rekomendasi ini menjadi arah baru penguatan layanan keagamaan yang lebih sigap terhadap perubahan di masyarakat.

“Rekomendasi ini menjadi peta jalan penting untuk menciptakan layanan keagamaan yang lebih responsif dan secara preventif mencegah potensi konflik,” ungkapnya, Sabtu (15/11/2025).

Ia meminta hasil workshop tidak berhenti di meja perumus, melainkan diteruskan hingga level pelaksana yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kami minta masing-masing Kepala Bidang meneruskannya ke para Kepala Seksi dan dilanjutkan hingga tingkat penyuluh dan penghulu,” jelas Arsad.

Inilah Lima Rekomendasi Kemenag

Hasil pemetaan menghasilkan lima langkah yang dianggap krusial untuk meredam potensi gesekan sosial terkait isu keagamaan:

1. Penguatan regulasi

   Melakukan pembaruan regulasi, termasuk aturan kemasjidan, agar sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat.

2. Peningkatan kualitas SDM

   Memperkuat kompetensi aparatur dengan peningkatan pengetahuan regulasi, kemampuan teknis, dan jejaring kelembagaan Islam.

3. Sinergi layanan dan filantropi

   Mengoptimalkan kerja sama lintas lembaga sambil memberdayakan filantropi keagamaan seperti zakat, infak, dan sedekah secara terukur.

4. Penguatan dialog keagamaan

   Memperluas ruang dialog di organisasi keagamaan demi mencegah perbedaan pandangan berkembang menjadi konflik.

5. Diseminasi hasil riset

   Mendorong pemanfaatan riset sebagai dasar penyusunan kebijakan layanan keagamaan yang lebih berbasis data.

Workshop ini diikuti jajaran pimpinan pelaksana kebijakan di daerah, mencakup para Kasubdit, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi, Kasi Bimas Islam tingkat kabupaten/kota, serta perwakilan ormas Islam. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Balai Kota
wwwwww