Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
12 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
19 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Gusti Purbaya Jumeneng Pakubowono XIV, Keraton Surakarta di Persimpangan Dualisme

Gusti Purbaya Jumeneng Pakubowono XIV, Keraton Surakarta di Persimpangan Dualisme
Sabtu, 15 November 2025 19:06 WIB

JAKARTA – Keraton Surakarta Hadiningrat kembali menjadi sorotan setelah Gusti Purbaya atau KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram resmi dinobatkan sebagai Pakubowono XIV. Penobatan itu berlangsung di tengah dinamika internal keraton yang belum sepenuhnya mereda pascakepergian almarhum Pakubowono XIII.

Prosesi Jumenengan Dalem Nata Binayangkare digelar Sabtu (15/11) di Bangsal Manguntur Tangkil, Kompleks Siti Hinggil. Dalam upacara adat tersebut, putra bungsu almarhum Pakubuwana XIII itu mengambil sumpah jabatan sebagai raja baru Keraton Surakarta.

“Saya, menjabat sebagai Sri Susuhunan di Keraton Surakarta Hadiningrat dengan sebutan Sampeyan Dalem Ingkang Susuhunan Kanjeng Susuhunan Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama kang Jumeneng Kaping 14,” ujarnya membuka sabda.

Dalam sabda raja, SISKS Pakubowono XIV menyampaikan tiga komitmen utama. Ia berjanji menjalankan kepemimpinan berdasarkan syariat Islam dan paugeran adat keraton dengan penuh keadilan. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia serta komitmen melestarikan budaya Jawa yang diwariskan para raja Mataram.

“Sabdaku ini, hendaknya diketahui semua pihak, putra-putri dalem, para sentana dalem, para abdi dalem Keraton Surakarta Hadiningrat, dan seluruh masyarakat di manapun berada,” ucapnya.

Meski penobatan berjalan khidmat, proses suksesi masih dibayangi dualisme. Kakak kandung Purbaya, KGPH Hangabehi atau Mangkubumi, turut mengklaim sebagai pewaris sah takhta dan juga menggunakan gelar SISKS Pakubowono XIV. Situasi ini kembali menempatkan Keraton Surakarta dalam ketegangan legitimasi yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Kabar Bertuah, Opini
wwwwww