Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Menkes Ajak Masyarakat Ubah Pola Pikir: Jangan Tunggu Sakit Baru Peduli Kesehatan

Menkes Ajak Masyarakat Ubah Pola Pikir: Jangan Tunggu Sakit Baru Peduli Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menemui wartawan usai peringatan Hari Kesehatan di Kantor Kemenkes RI, Jakarta Selatan.
Rabu, 12 November 2025 17:10 WIB

JAKARTA – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu jatuh sakit baru memperhatikan kesehatan. Dalam momentum Hari Kesehatan Nasional, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir — dari sekadar mengobati menjadi mencegah.

“Ya memang tugas kita adalah memastikan masyarakat tetap sehat, itu prioritas utama,” ujar Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2025). 

Menurutnya, fokus masyarakat selama ini lebih banyak pada upaya penyembuhan. Padahal, jumlah orang sehat jauh lebih banyak dan seharusnya menjadi perhatian utama agar tidak ikut jatuh sakit.

“Kita sering lupa, yang sakit itu mungkin 20 atau 30 juta orang, tapi yang sehat ada 250 juta. Justru yang banyak itu harus dijaga. Kalau sakit, produktivitas hilang, biaya juga membengkak,” katanya. 

Budi menilai, menjaga kesehatan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan sosial yang melibatkan semua pihak — termasuk media, tenaga kesehatan, dan masyarakat itu sendiri. 

“Saya butuh bantuan teman-teman media untuk terus menyebarkan pesan hidup sehat. Jangan tunggu sakit dulu baru panik,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, hidup sehat tidak harus rumit. Kuncinya terletak pada keseimbangan gaya hidup dan kedisiplinan sehari-hari. 

“Gampang kok hidup sehat itu. Makannya diatur, tidurnya diatur, pikirannya dijaga supaya positif, dan jangan lupa olahraga,” ujar Budi sambil tersenyum.

Selain menjaga pola hidup, ia mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu atau dua kali dalam setahun. Pemeriksaan dini, katanya, dapat mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah.

“Kalau hasil pemeriksaannya mulai merah atau kuning, segera ubah gaya hidup atau obati. Jangan tunggu sampai parah,” pesannya.

Melalui ajakan sederhana ini, Budi ingin mengembalikan semangat Hari Kesehatan Nasional pada maknanya yang paling mendasar: menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang — bukan sekadar urusan rumah sakit, tapi tentang cara hidup. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Balai Kota, Kesehatan
wwwwww