PON Beladiri Sudah Dirindukan, Gengsinya Harus Ditingkatkan
![]() |
| Penyeraham medali bagi para pemenang Ju Jitsu PON Beladiri 2025. (Gonews.co Group) |
Penulis: Azhari Nasution
Tiga gedung yang dijadikan tempat pertandingan 11 cabang olahraga beladiri memang tidak bisa banyak menampung penonton. Namun, panitia mampu memberikan pelayanan cukup baik dengan menyediakan televisi layar lebar di tempat-tempat pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi yang cukup luas dan bersih tersebut.
Dengan kata lain, penonton yang datang benar-benar dimanjakan. Mereka bisa menikmati makanan dan minuman sembari menyaksikan pertandingan. Tak ada sampah makanan dan minuman yang berserakan di meja-meja yang disediakan. Petugas kebersihan cepat membenahinya.
“Enggak usah buru-buru menikmati kuliner yang ada. Kita bisa kok menyaksikannya langsung dari sini tanpa harus masuk ke tempat pertandingan yang cukup padat menyaksikan pertandingan final cabang olahraga karate,” kata Teddy Cahyono, ofisial Tim DKI Jakarta.

Pantas memang masyarakat olahraga beladiri sudah kepincut dengan PON Beladiri dan tidak mau kehilangan event yang rencananya akan digelar dua tahun sekali tersebut. Bukan hanya itu saja, PON Beladiri 2025 bukan hanya mengusung peningkatan prestasi tetapi juga membangkitkan perekonomian masyarakat setempat dengan dilibatkannya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Salut buat terobosan KONI Pusat dan Bakti Olahraga Djarum Foundation yang menjadi sponsor telah menggelar PON Beladiri. Penyelenggaraannya sangat bagus dan teratur. Begitu juga tempatnya sangat memadai. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan secara kontinyu sesuai dengan jadwal yang ditetapkan,” kata karateka peraih perunggu Asian Games Qatar 2006, Umar Syarief kepada wartawan Gonews.co Group di tempat pertandingan, Sabtu (25/10/2025).
“Ya, PB WI memberikan apresiasi terhadap KONI Pusat yang telah melakukan terobosan dengan menggandeng pihak swasta seperti Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam menggelar PON Beladiri. Penyelenggaannya juga sangat bagus. Makanya, kami sangat berharap event ini bisa digelar secara kontinyu sehingga prestasi olahraga beladiri Indonesia bisa meningkat ke depannya,” kata Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino.
“Ini langkah positif KONI Pusat bekerjassama dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah memberikan wadah bagi cabang olahraga beladiri menggelar PON Beladiri. Pelaksanaan sangat baik dan rapi. Venue dan keamanannya sangat sempurna. Pemerintah harusb memberikan dukungan,” timpal Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi) Krisna Bayu.

Baik Umar Syarief maupun Ngatino mengusulkan kualitas PON Beladiri ini bisa ditingkatkan ke depan. “Kualitas atlet yang tampil di PON Beladiri ini harus di atas atlet-atlet yang tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Mereka harus melalui babak kualaifikasi seperti atlet yang tampil pada PON. Jadi, masyarakat benar-benar disajikan dengan pertandingan yang menarik. Olahraga itu kan juga entertain. Bukan saya menyombongkan diri. Dulu saat saya jadi atlet banyak yang menyaksikan pertandingan saya karena gerakannya tidak monoton,” jelasnya.
“Ya, kualitas atlet yang tampil di PON Beladiri memang harus lebih baik. Mekanismenya harus dijaring melalui babak kualifikasi. Kalau di Wushu dan Kickboxing sih tidak ada kesulitan jika ditentukan atlet PON Beladiri harus dijaring melalui babak kualifikasi. Kenapa demikian? Karena, setiap pelaksanaan Kejurnas sudah ada pembagian grup yang telah ditentukan PB WI dan PP KBI. Yakni, daerah-daerah unggulan tidak dalam satu grup tetapi dipisah sehingga partai finalnya bisa menampilkan atlet-atlet yang benar-benar berkualitas,” timpal Ngatino yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI).
Terkait adanya atlet yang belum sebulan tampil di Pekan Olahraga Mahasiswa (POMNAS) di Jawa Tengah pada September 2025 dan event internasional ikut ambil bagian memperkuat daerahnya pada PON Beladiri 2025, Ngatino mengakui memang terlalu riskan dan rawan cedera.
Makanya, dia menyarankan perlu ada penyesuaian jadwal PON Beladiri dengan event nasional maupun internasional. Minimal waktunya tiga bulan sebelum atau sesudah pelaksanaan. Jadi, atlet beladiri khususnya pertarungan memiliki waktu cukup untuk recovery.

“Kalau jadwal PON Beladiri diatur tiga bulan sebelum atau sesudah pelaksanaan event nasional maupun internasional itu lebih bagus. Jadi, atlet bukan hanya terhindar dari cedera karena terus dipaksa tampil tetapi bisa melakukan recovery. Dan, saya bisa pastikan atlet-atlet yang tampil bisa lebih baik lagi,” tegasnya.
“Ya, khusus cabang olahraga beladiri full body contact seperti tinju, kickboxing, Muaythai, Combat Sambo, pencak silat, dan Sanda memang membutuhkan waktu tiga bulan recovery untuk bisa mengikuti kompetisi selanjutnya. Itu kan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambah Krisna Bayu yang sukses menggelar Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025.
Lebih jauh Bayu, panggilan akrabnya, PON Beladiri ini sebaiknya dimasukkan dalam Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dengan demikian, PON Beladiri bisa disetarakan dengan PON yang digelar empat tahunan sehingga bisa mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Terkait penyesuaian jadwal tersebut, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman sepakat. “Ya, kita akan terus melakukan evaluasi sehingga pelaksanaan PON Beladiri bisa lebih baik ke depannya. Karena, PON Beladiri ini kan bertujuan untuk meningkatkan prestasi atlet beladiri Indonesia sehingga bisa mengharumkan nama bangsa dan negara di ajang event internasional,” kata Marciano yang ditemui di tempat pertandingan Ju Jitsu .
Marciano juga setuju adanya usulan babak kualifikasi untuk atlet sehingga kualitas PON Beladiri bisa ditingkatkan. “Tidak ada masalah. Kita akan bicarakan dengan induk-induk organisasinya soal kualifikasi tersebut. Karena, induk-induk organisasilah yang memahaminya,” jelasnya.
Ketika disinggung masalah PON Beladiri bisa digelar sesuai jadwal yakni dua tahun sekali, Marciano memastikan bisa terus dilaksanakan.
Bahkan, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosiman yang berada disampingnya menyatakan kesiapan memberikan dukungan. “Pokoknya, kita siap mendukung pelaksanaan PON Beladiri,” tegasnya. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |











