KAI Sigap Tangani Anjloknya KA Purwojaya, Semua Penumpang Berhasil Diselamatkan
![]() |
| Kereta Purwojaya anjlok di Bekasi. (arsip kai) |
JAKARTA – Kepanikan sempat melanda penumpang Kereta Api Purwojaya (KA 58F) rute Jakarta–Cilacap setelah rangkaian kereta yang mereka tumpangi anjlok di jalur Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi, Sabtu (25/10) pukul 14.14 WIB. Namun, kesigapan tim PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuat seluruh 227 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat.
Manager Humas KAI Daerah Operasi 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyampaikan bahwa proses penanganan dilakukan segera setelah kejadian dilaporkan oleh masinis. “Kami memastikan seluruh penumpang dalam keadaan selamat. Petugas langsung mengevakuasi dan mengatur perjalanan lanjutan ke tujuan masing-masing,” ujarnya.
Sebagai langkah darurat, KAI menyediakan enam unit bus untuk mengantar penumpang ke Cilacap dan kota tujuan lainnya. Namun, sebagian besar penumpang memilih menunggu perjalanan kereta lanjutan setelah jalur dinyatakan aman.
Ixfan juga menyampaikan permintaan maaf atas gangguan layanan akibat insiden tersebut. “Kami memahami ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan, dan kami sedang berupaya penuh menormalkan jalur serta mengevakuasi rangkaian yang terdampak,” katanya.
Akibat anjloknya kereta, sejumlah perjalanan lain mengalami keterlambatan. Di antaranya KA Taksaka tujuan Yogyakarta terlambat hingga 120 menit, KA Kertajaya ke Surabaya Pasarturi terlambat 106 menit, dan KA Menoreh ke Semarang tertahan hampir satu jam.
Sementara itu, di jalur arah Jakarta, keterlambatan juga terjadi pada KA Mataram dari Solo (76 menit) dan KA Bogowonto dari Yogyakarta (56 menit).
Petugas KAI kini fokus menormalkan lintasan dan memeriksa kondisi rel untuk memastikan tidak ada kerusakan lanjutan. “Tim teknis kami bekerja cepat agar jalur bisa kembali beroperasi penuh malam ini,” jelas Ixfan.
Meski kejadian tersebut menimbulkan gangguan perjalanan, KAI mendapat apresiasi dari sejumlah penumpang yang memuji kesigapan petugas di lokasi. “Kami sempat panik, tapi petugas langsung menenangkan dan membantu keluar dari kereta,” ujar salah satu penumpang yang enggan disebutkan namanya.
Insiden ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya kesiapsiagaan dan kecepatan koordinasi antara masinis, petugas stasiun, serta tim lapangan dalam menjaga keselamatan transportasi publik. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | cnnindonesia.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah |











