Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Minta Tolong Media, Erick Thohir: Kritik Boleh, Jangan Sampai Bullying

Minta Tolong Media, Erick Thohir: Kritik Boleh, Jangan Sampai Bullying
Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Foto: PSSI)
Jum'at, 24 Oktober 2025 23:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyerukan dengan tegas agar media nasional berperan aktif membangun sepakbola Indonesia dengan menjunjung tinggi kebenaran, etika, dan tanggung jawab sosial.

Ia menilai, media memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik dan melindungi para pemain dari dampak negatif pemberitaan yang tidak berimbang.

“Saya minta tolong kepada rekan-rekan media. Tolong bantu kami membangun sepakbola Indonesia dengan benar. Kritik boleh, tapi jangan sampai jadi bullying yang berlebihan,” tegas Erick Thohir di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Erick menyoroti fenomena meningkatnya serangan verbal dan komentar ekstrem terhadap para pemain, baik melalui pemberitaan maupun media sosial. Menurutnya, hal tersebut bisa berdampak buruk bagi mental dan perkembangan pemain muda yang sedang meniti karier di level profesional dan tim nasional.

“Kita punya pemain muda luar biasa, Rizki Ridho, Marselino, dan pemain lain di U-23, U-20, bahkan U-17 yang akan main di Piala Dunia Qatar bisa menjadi generasi emas kita. Mereka aset bangsa. Kalau terus diserang dan di-bully, bagaimana mereka bisa berkembang?” ujar Erick dengan nada serius.

Ketua Umum PSSI itu juga menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk rasisme dan diskriminasi di dunia sepak bola Indonesia. Ia mengaku sejak awal kepemimpinannya telah menemukan adanya perlakuan tidak adil terhadap pemain dari wilayah tertentu, terutama dari Indonesia timur.

“Saya tegaskan, tidak ada tempat bagi diskriminasi di sepak bola kita. Saudara-saudara kita dari timur Indonesia adalah bagian dari bangsa yang harus kita hormati. Jangan beri label buruk hanya karena asal atau latar belakang,” kata Erick. ***

wwwwww