Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
3
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  Hukum

Kasus Nir Empati Timothy, Unud: Etika Mahasiswa Lebih Penting dari Citra Akademik

Kasus Nir Empati Timothy, Unud: Etika Mahasiswa Lebih Penting dari Citra Akademik
Selasa, 21 Oktober 2025 19:44 WIB

DENPASAR – Universitas Udayana (Unud) Bali menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi mahasiswa yang menunjukkan sikap nir empati terhadap mendiang Timothy Anugrah Putra. Meski beberapa pelaku sudah menyampaikan permintaan maaf, pihak kampus memastikan proses investigasi dan sanksi akademik tetap berjalan.

Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Dewi Pascarini, menyebut sejumlah mahasiswa yang terbukti mengunggah komentar tidak pantas telah menerima sanksi awal, mulai dari pencopotan dari kepengurusan organisasi kampus hingga nilai D di semester ini. “Kami mengecam keras segala bentuk komentar atau tindakan yang tidak empatik, baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” tegas Dewi.

Menurutnya, perilaku nir empati tidak sejalan dengan nilai-nilai tri dharma perguruan tinggi yang menekankan aspek kemanusiaan dan moralitas. “Sikap seperti ini bertentangan dengan etika akademik universitas dan tidak akan kami biarkan berulang,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjut, pihak kampus telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) untuk melakukan penelusuran terhadap mahasiswa lain yang diduga terlibat. “Satgas masih bekerja. Jika terbukti melakukan pelanggaran, sanksi maksimal adalah Drop Out (DO),” ujarnya.

Dewi juga menegaskan, permintaan maaf dari mahasiswa tidak dapat dijadikan alasan untuk menghentikan proses etik. “Permintaan maaf adalah urusan moral, tapi tanggung jawab akademik tetap harus dijalankan. Kami ingin proses ini menjadi pembelajaran nyata bagi seluruh mahasiswa,” jelasnya.

Kasus ini bermula dari unggahan sejumlah mahasiswa Unud di media sosial yang dinilai menyinggung dan tidak berempati terhadap peristiwa tragis yang menimpa Timothy Anugrah Putra. Aksi tersebut menuai kecaman luas dari masyarakat, mahasiswa, hingga alumni yang menilai sikap tersebut mencoreng nama baik kampus.

Dewi menegaskan, pihak universitas tidak hanya ingin menegakkan disiplin, tetapi juga mengembalikan makna empati dalam lingkungan pendidikan. “Mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan rasa hormat terhadap sesama,” katanya. 

Kampus berharap langkah tegas ini menjadi momentum refleksi bagi civitas akademika agar lebih berhati-hati dalam berucap dan bertindak, terutama di media sosial. “Era digital tidak boleh membuat kita kehilangan sisi kemanusiaan,” pungkas Dewi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Hukum
wwwwww