Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
7 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Pertemuan Ojol dengan Gibran Jadi Ajang Sengketa Siapa Wakili Driver

Pertemuan Ojol dengan Gibran Jadi Ajang Sengketa Siapa Wakili Driver
Sebanyak 4 perusahaan ojek online menjawab tudingan Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia soal mitra tak jelas temui Wapres Gibran di Istana.
Rabu, 03 September 2025 19:45 WIB

JAKARTA – Pertemuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang digelar Minggu (31/8/2025) lalu justru menimbulkan polemik baru. Bukan soal isi dialog, melainkan siapa yang sesungguhnya mewakili jutaan driver di lapangan.

Empat perusahaan aplikator—Grab, Gojek, Maxim, dan InDrive—kompak menyatakan para peserta dialog adalah mitra resmi mereka. Grab bahkan menyebut dua nama, Riska dan Arief, sementara Gojek mengonfirmasi Cang Rahman, mitra yang sudah bergabung sejak 2015, hadir sebagai perwakilan. Maxim dan InDrive pun menegaskan mitra mereka turut hadir meski tanpa merinci identitas.

Namun, klaim itu berseberangan dengan pernyataan Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia. Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengaku tidak mengenal satupun driver yang duduk bersama Wapres. Ia menilai pemerintah mengabaikan organisasi yang sah secara hukum. 

"Enggak ada yang tahu mereka dari kelompok mana. Yang jelas, asosiasi kami resmi terdaftar, tapi kami tidak dilibatkan," kata Igun, Senin (1/9/2025).

Igun bahkan menaruh curiga adanya rekayasa, dengan menghadirkan orang-orang beratribut ojol namun bukan representasi komunitas yang sebenarnya. 

Kontroversi ini memperlihatkan dua wajah dalam dunia ojol. Di satu sisi ada perusahaan aplikator yang menunjuk langsung mitranya, sementara di sisi lain ada asosiasi yang mengklaim memiliki mandat formal sebagai suara kolektif pengemudi.

Dialog yang mestinya meredakan gejolak justru memunculkan pertanyaan: apakah pemerintah lebih mendengar suara perusahaan atau suara komunitas pengemudi itu sendiri?. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Balai Kota, Parlemen
wwwwww