Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
8 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
15 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Teka-teki Kematian Rheza, Mahasiswa Amikom yang Pulang dengan Tubuh Penuh Luka

Teka-teki Kematian Rheza, Mahasiswa Amikom yang Pulang dengan Tubuh Penuh Luka
Suasana rumah duka mahasiswa Prodi S1 Ilmu Komunikasi, Angkatan 2023, Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama (21) di Kabupaten Sleman, DIY.
Senin, 01 September 2025 09:38 WIB

SLEMAN – Duka keluarga besar Amikom Yogyakarta bercampur tanda tanya besar setelah tewasnya Rheza Sendy Pratama (21), mahasiswa semester V Ilmu Komunikasi, dalam bentrok dengan aparat di Ring Road Utara, Minggu (31/8/2025) pagi.

Ayah korban, Yoyon Surono, yang ikut memandikan jenazah putranya, mengaku terkejut melihat kondisi tubuh almarhum. “Leher belakang seperti patah, pelipis bocor, di dada dan perut penuh bekas sepatu PDL. Memar ada di hampir seluruh badan,” ungkapnya dengan nada pilu.

Rheza sebelumnya hanya berpamitan hendak ngopi bersama teman. Namun, pagi harinya kabar duka datang. Seorang tetangga mengantar KTP anaknya, dengan pesan bahwa Rheza sudah berada di RSUP dr. Sardjito dalam kondisi tak bernyawa.

Hingga kini, detail kematian Rheza masih gelap. Polda DIY menyebut malam itu ada aksi penyerangan terhadap markas kepolisian dengan batu, molotov, hingga senjata tajam. Polisi membalas dengan penghalauan, yang berlangsung hingga pagi. Tetapi, tidak ada penjelasan pasti bagaimana seorang mahasiswa bisa berakhir dengan luka-luka fatal seperti yang digambarkan ayahnya.

Pihak kampus Amikom menegaskan tidak pernah menugaskan mahasiswa ikut aksi. “Kami prihatin, sangat sedih, dan akan mengawal kasus ini. Kehilangan nyawa mahasiswa seharusnya tidak pernah terjadi,” ujar Wakil Rektor Ahmad Fauzo.

Di sisi lain, ribuan mahasiswa dan warga mengiringi pemakaman Rheza di Mlati, Sleman. Isak tangis pelayat bercampur dengan teriakan “usut tuntas” dari rekan-rekan seperjuangan.

Publik kini menunggu transparansi polisi. Benarkah Rheza tewas akibat kerusuhan massa? Ataukah ada dugaan tindak kekerasan berlebihan aparat di balik luka-luka di tubuhnya?

Pertanyaan itu masih menggantung, sementara satu keluarga kini harus menanggung kehilangan anak semata wayangnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww