Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
12 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
18 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen

Pernyataan Kontroversial Berujung Sanksi, Sahroni dan Nafa Dinonaktifkan NasDem

Pernyataan Kontroversial Berujung Sanksi, Sahroni dan Nafa Dinonaktifkan NasDem
Surya Paloh, resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi NasDem per Senin (1/9/2025).
Minggu, 31 Agustus 2025 17:19 WIB

JAKARTA – Partai NasDem mengambil langkah tegas terhadap dua kadernya di DPR RI. Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh, resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi NasDem per Senin (1/9/2025).

Keputusan ini diambil setelah pernyataan keduanya memicu gelombang kemarahan publik. Ahmad Sahroni dikritik keras lantaran merendahkan kelompok masyarakat yang menyerukan pembubaran DPR. Sementara Nafa Urbach dinilai tak sensitif dengan kondisi rakyat setelah mendukung tunjangan rumah anggota dewan sebesar Rp 50 juta per bulan. 

"Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat ternyata ada pernyataan dari wakil rakyat Fraksi NasDem yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat, dan hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem," tulis Surya Paloh dalam siaran pers yang ditandatanganinya, Minggu (31/8/2025). 

Sebelumnya, Sahroni sudah lebih dulu dicopot dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR. Ia dipindahkan ke Komisi I, menggantikan Rusdi Masse. Sementara Nafa Urbach sempat menyampaikan permintaan maaf melalui video di Instagram pribadinya, Sabtu (30/8/2025), namun tetap mendapat sanksi nonaktif.

Paloh menegaskan, NasDem tidak boleh abai pada suara rakyat. "Sesungguhnya aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem," tegasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Parlemen
wwwwww