Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
14 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
21 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Kampus

Jimmy Rol Torar: Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong Bukan Soal Rangkul Merangkul

Jimmy Rol Torar: Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong Bukan Soal Rangkul Merangkul
Hasto Kristiyanto. (Ist)
Sabtu, 30 Agustus 2025 20:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gugus Tugas Indonesia Raya (GETAR 08) Prabowo-Gibran, Jimmy Rol Torar menampik pendapat yang menyebut
pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi untuk Tom Lembong merupakan intrik politik Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai amnesti dan abolisi merupakan keputusan presiden untuk menebar kebahagiaan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bukan soal merangkul atau tidak merangkul. Kan, lebih enak (tujuan amnesti dan abolisi) menuju kepada hari ulang tahun proklamasi Republik Indonesia yang ke-80 ini. Kita senang-senang, happy, sejuk kan. Lihat aja di sana, Pak Prabowo jogging-jogging (senang) juga,” kata Jimmy saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 27 Agustus 2025, yang dikutip Jumat (29/8/2025).

Menurut Jimmy, pemberian amnesti maupun abolisi merupakan hak istimewa seorang presiden. Sehingga menjadi wajar dilakukan sesuai aturan yang berlaku. “Para penerima sudah kena hukuman. Sehingga menjelang 17 Agustus 2025, 80 tahun Indonesia merdeka, ada yang mendapatkan amnesti dan abolisi,” katanya.

Pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi ke Tom Lembong menjadi perbincangan hangat masyarakat belakangan ini. Keduanya dikaitkan dengan tokoh politik yang menjadi ‘lawan’ Presiden Prabowo pada Pilpres 2024.

Hasto eks Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan pengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Adapun Tom Lembong merupakan tim sukses Anies Baswedan. Sehingga memunculkan dugaan ini kebijakan politik untuk merangkul semua pihak yang selama ini kerap dianggap sebagai oposisi.

Jimmy mengatakan, kebijakan Presiden Prabowo memberikan amnesti dan abolisi kepada kedua tokoh tersebut memiliki tujuan yang lebih besar, yakni persatuan dan kesatuan di hari kemerdekaan. Namun tidak bermaksud menghapus oposisi dari pemerintahan.

“Sejak awal beliau (Presiden Prabowo) sudah mengatakan, negara yang besar, pemimpin yang berhasil mesti rekonsiliasi nasional. Semua petinggi-petinggi, tokoh-tokoh atau pemuka republik ini bersatu, kalau tidak bersatu ya susah,” kata dosen Pascasarjana Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar itu.

Jimmy berharap lawan tanding Presiden Prabowo pada Pilpres 2024 lalu bekerjasama dan mendoakan pemerintah dalam menjalankan tugas untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Saya juga mengusulkan Pak Anies, Cak Imin, Pak Ganjar dengan Pak Mahfud bersatu semuanya membangun republik ini,” ucap Sekretaris Jenderal Badan Percepatan
Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (BP2KTI) tersebut. ***

wwwwww