Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
11 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
4 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Salju Puncak Cartenz Papua Diproyeksi Hilang 2026, Alarm Keras Krisis Iklim

Salju Puncak Cartenz Papua Diproyeksi Hilang 2026, Alarm Keras Krisis Iklim
Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan es di Puncak Cartenz, Papua, diprediksi akan hilang pada 2026 akibat pemanasan global. (Istockphoto/gr8ph1cs)
Senin, 25 Agustus 2025 15:03 WIB

JAKARTA – Salju abadi di Puncak Cartenz, Pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah, diprediksi tidak akan tersisa pada 2026 mendatang. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut mencairnya es di salah satu puncak tertinggi Indonesia itu sebagai bukti nyata pemanasan global yang semakin tak terbendung.

Dalam Forum Nasional Pekan Iklim Bali 2025, Senin (25/8/2025), Hanif menegaskan bahwa perubahan iklim berlangsung lebih cepat dari antisipasi manusia.

“Es di puncak Cartenz telah mencair dan BMKG memproyeksikan tutupan es itu habis pada 2026,” katanya dalam sambutan virtual dari Denpasar. 

Hanif juga mengingat kunjungannya ke Cartenz pada 2023. Saat itu, tutupan es masih menutupi sepertiga puncak. Kini, sisa es hanya tampak di celah-celah batu. 

“Kalau dulu masih cukup tebal, hari ini hanya tersisa di relung-relung gunung batu,” ucapnya. 

Ia menekankan kondisi ini menunjukkan bahwa upaya global maupun nasional menurunkan emisi gas rumah kaca belum cukup membawa dampak signifikan.

Pemerintah menargetkan penurunan emisi karbon hingga 23 persen pada 2035, serta pencapaian FOLU Net Sink 140 Mt CO2e pada 2030 dan 304 Mt CO2e pada 2050. Di sisi lain, perdagangan karbon terus dikembangkan untuk mendukung komitmen Nationally Determined Contribution (NDC). 

“Semua langkah ini harus diperkuat untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, dan kenaikan suhu,” tegasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Kabar Bertuah, Balai Kota, Lingkungan
wwwwww