Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Hukum

Geger Video Guru Ancam Murid di Lampung, Dinas Pendidikan Pastikan Nonaktifkan dan Evaluasi

Geger Video Guru Ancam Murid di Lampung, Dinas Pendidikan Pastikan Nonaktifkan dan Evaluasi
Sekretaris Dinas Pendidikan Pesawaran, Pradana Utama
Minggu, 24 Agustus 2025 19:24 WIB

PESAWARAN – Publik dihebohkan dengan video seorang guru SD yang mengancam muridnya di Pesawaran, Lampung. Guru berinisial H, yang mengajar di SDN 5 Negeri Katon serta SD Negeri 5 Kedondong, langsung dinonaktifkan sementara setelah rekaman berdurasi 30 detik itu ramai beredar di media sosial.

Video tersebut memicu kecaman luas dari warganet. Ribuan komentar mengecam tindakan H dan menuntut pihak sekolah serta Dinas Pendidikan bertindak tegas.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pesawaran, Pradana Utama, mengatakan penonaktifan dilakukan sebagai langkah menjaga suasana sekolah tetap kondusif.

“Guru yang bersangkutan kami nonaktifkan sementara agar proses pembinaan berjalan baik dan kondisi di sekolah tidak terganggu. Kami juga memperhatikan psikologis murid,” ucap Pradana, Minggu (24/8/2025).

Ia menambahkan, pihak sekolah sudah menggelar mediasi dengan orang tua murid dan komite sekolah. Dari klarifikasi, peristiwa itu berawal dari miskomunikasi antara guru dan siswa. Meski demikian, pembinaan tetap dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Selain itu, guru tersebut juga terindikasi mengalami gangguan kejiwaan. Dinas Pendidikan kini menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat Pesawaran dan berkoordinasi dengan pihak medis untuk memastikan kondisi H.

“Kami menunggu laporan resmi dari Inspektorat serta rekomendasi medis mengenai kondisi kejiwaan guru itu,” ujar Pradana.

Meski kasus ini sempat menghebohkan, kegiatan belajar mengajar di sekolah berlangsung normal. Murid yang menjadi korban tetap melanjutkan pendidikannya, sementara Dinas Pendidikan berjanji memperkuat pendampingan terhadap guru maupun siswa di seluruh sekolah. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Cendekia, Hukum
wwwwww