Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
23 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
22 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
3
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
6
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
4 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Ginting Tersingkir, Sejarah Buruk Tunggal Putra Indonesia di Olimpiade 2024 Paris

Ginting Tersingkir, Sejarah Buruk Tunggal Putra Indonesia di Olimpiade 2024 Paris
Anthony Sinisuka Ginting. (NOC Indonesia/Naif Muhammad Al as)
Kamis, 01 Agustus 2024 02:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PARIS - Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting menyusul Jonathan Christie tersingkir setelah mengalami kekalahan pada laga terakhir babak penyisihan Grup H cabang olahraga bulutangkis Olimpiade 2024 Paris.

Pada laga yang dihelat di Porte de la Chapelle Arena, Paris, Prancis, Rabu (31/7/2024), Anthony Ginting turun bermain menghadapi wakil tuan rumah Prancis, Toma Junior Popov.

Ginting bermain dengan beban besar sebagai harapan terakhir di nomor tunggal putra. Di gim pertama, Ginting kalah tipis 19-21 dari Toma Junior Popov. Masuk ke gim kedua, Ginting bisa tampil lebih baik dan meraih kemenangan 21-17. Namun di gim penentuan, Ginting dipaksa menyerah 15-21.

"Saya bisa memberikan yang terbaik di lapangan, tetapi mungkin itu tidak cukup untuk memenangkan pertandingan malam ini, dan saya pikir Toma bermain jauh lebih baik dari saya hari ini, tidak mudah untuk mendapatkan satu poin darinya, dan sudah seharusnya saya terus mendorongnya semaksimal mungkin, terutama di game ketiga, jadi itulah mengapa saya mencoba untuk keluar dari tekanan yang diberikannya," jelas Ginting.

"Saya selalu berkata pada diri sendiri bahwa ini belum berakhir, jadi masih ada harapan di lapangan, jadi itulah yang saya coba pikirkan tentang strategi, bagaimana, apa yang harus saya lakukan di setiap poin, karena itu sangat penting bagi saya, karena jika saya membuat kesalahan, jarak antar poin akan menjadi sangat jauh," tambahnya.

Kekalahan Jonatan dan Ginting ini membuat Indonesia menorehkan sejarah buruk karena untuk kali pertama tak punya wakil di nomor tunggal putra pada babak 16 besar sejak diberlakukannya sistem penyisihan Grup mulai Olimpiade 2012 London. ***

wwwwww