Jalan Provinsi di Simalungun Amblas, Warga Terisolasi dan Pemerintah Saling Lempar Tanggung Jawab
![]() |
| Ilustrasi jalan amblas (net) |
SIMALUNGUN – Sudah tiga pekan warga di dua kecamatan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, hidup terisolasi akibat jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Raya dan Kecamatan Raya Kahean ambles sedalam tujuh meter. Kerusakan parah ini membuat jalur utama penghubung warga, petani, dan pelaku usaha lumpuh total.
Di lokasi terparah, tepatnya di Desa Siporkas, badan jalan longsor hingga membentuk jurang selebar beberapa meter. Kondisi tersebut memutus jalur transportasi yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi warga.
“Sudah tiga minggu kami tidak bisa kirim hasil pertanian. Mobil bak terbuka enggak bisa lewat, jalan ambles total. Sayur, buah, dan hasil kebun terpaksa dibiarkan busuk di ladang,” ungkap Riki Sumbayak, warga Desa Siporkas, Selasa (21/10/2025).
Riki mengatakan warga telah melapor ke pemerintah kabupaten dan provinsi, namun hingga kini belum ada tindakan nyata. “Pemkab bilang itu jalan provinsi, tapi dari provinsi juga belum bergerak. Seolah-olah mereka saling menunggu,” ujarnya kesal.
Warga akhirnya bergotong royong memperbaiki jalan dengan alat seadanya. Mereka menimbun bagian yang amblas menggunakan tanah dan batu agar minimal bisa dilewati sepeda motor. “Kalau kami tidak gotong royong, kami benar-benar terputus dari dunia luar,” tambahnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Erwin Hotmasah Harahap, menyebut Gubernur Sumut, Bobby Nasution, telah memerintahkan Dinas PUPR memperbaiki jalan tersebut. “Sudah mulai dikerjakan dengan anggaran Rp20 miliar,” ujarnya.
Namun pernyataan itu dibantah oleh warga yang belum melihat aktivitas perbaikan di lapangan. “Enggak ada alat berat, enggak ada pekerja. Kami yang perbaiki sendiri. Kalau katanya sudah mulai, mana buktinya?” kata Riki.
Lambannya penanganan ini juga mendapat sorotan dari DPRD Sumut. Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Simalungun, Mangapul Purba, menilai pemerintah provinsi tidak tanggap terhadap bencana infrastruktur tersebut.
“Hampir sebulan masyarakat dibiarkan tanpa akses. Kerugian ekonomi mencapai puluhan miliar, bahkan sudah ada korban jatuh ke jurang,” jelas Mangapul. Ia meminta Gubernur Bobby Nasution menggunakan dana darurat agar perbaikan segera dilakukan.
Menurutnya, keterlambatan perbaikan menunjukkan lemahnya koordinasi antara Pemprov Sumut dan Pemkab Simalungun. “Ini bukan hanya persoalan jalan, tapi krisis kemanusiaan yang menimpa ribuan warga. Jangan biarkan rakyat memperbaiki jalan dengan tangan sendiri,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera turun langsung meninjau dan memperbaiki jalan yang menjadi akses vital ke pusat kabupaten. “Kami tidak butuh janji, kami butuh jalan kami kembali,” tutur Riki menutup. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tempo.co |
| Kategori | : | Warga Bertuah |








