Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
4 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Prof. Niam Bicara Pentingnya Pelibatan Anak Muda di Forum Pertemuan Pramuka Arab

Prof. Niam Bicara Pentingnya Pelibatan Anak Muda di Forum Pertemuan Pramuka Arab
Prof. Asrorun Ni’am Sholeh saat menghadiri Forum Pertemuan Pramuka Arab. (Kemenpora)
Senin, 20 Oktober 2025 22:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KUWAIT CITY - Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang juga Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan pentingnya pelibatan generasi muda lintas negara untuk memperkuat kohesi sosial dan membangun komitmen bersama dalam mewujudkan perdamaian dunia.

"Di tengah dinamika geopolitik yang tidak menentu dan pesatnya perkembangan teknologi digital, peran pemuda sangat strategis sebagai katalisator dan pemersatu bangsa-bangsa. Karena itu, perlu adanya forum-forum pemuda dalam kegiatan pramuka agar semangat kebersamaan dapat tumbuh sejak dini,” ujar Prof. Ni’am dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Persatuan Pramuka Arab di Hotel Millenium, Kuwait City, Senin (20/10/2025).

Indonesia, melalui Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, memperoleh kehormatan menjadi Tamu Khusus dalam pertemuan tersebut yang merupakan rangkaian kegiatan Muktamar Pramuka Arab 2025. Selain Indonesia, Portugal juga hadir sebagai tamu undangan khusus.

Pertemuan ini membahas peningkatan peran generasi muda sebagai pelopor perdamaian di tengah situasi global yang penuh tantangan. Prof. Ni’am menekankan bahwa dialog semacam ini sangat penting sebagai ruang pertukaran gagasan dan pembentukan jejaring antarnegara.

"Pertemuan semacam ini penting untuk membangun kesepahaman dan kebersamaan dalam membahas isu-isu regional dan global dengan pendekatan kemanusiaan. Kontak people-to-people menjadi sarana efektif untuk merajut solidaritas dan persaudaraan antarbangsa, guna memperkuat komitmen terhadap perdamaian dunia serta kerja sama di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan,” jelas Prof. Ni’am.

Lebih lanjut, Prof. Ni’am menambahkan bahwa forum ini juga menjadi wadah konsolidasi bagi negara-negara anggota untuk menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih menghadapi penjajahan, khususnya perjuangan rakyat Palestina.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kolaborasi antarpenanggung jawab kepramukaan di setiap negara untuk memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam kegiatan dan pengambilan keputusan organisasi.

Pertemuan ini diikuti oleh 21 negara, terdiri atas 19 negara anggota Persatuan Pramuka Arab—antara lain Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Mesir, Qatar, Tunisia, Maroko, Uni Emirat Arab, Yordania, Aljazair, Palestina, Sudan, Irak, Libya, Yaman, Mauritania, Somalia, dan Oman—serta dua negara tamu khusus, yakni Indonesia dan Portugal.

Kehadiran Indonesia sebagai tamu kehormatan menunjukkan pengakuan terhadap peran aktif Gerakan Pramuka dalam membina generasi muda, memperkuat diplomasi kemanusiaan, dan mendorong kolaborasi internasional untuk mewujudkan perdamaian dunia. ***

wwwwww