Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Jakarta Gymnastics 2025 Resmi Dimulai

Jakarta Gymnastics 2025 Resmi Dimulai
Acara pembukaan Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025. (JAGOC)
Minggu, 19 Oktober 2025 14:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik ke-53 (Jakarta Gymnastics 2025) resmi dimulai. Event yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, ini dibuka dengan pertunjukan tarian tradisional Betawi. 

Presiden Federasi Gimnastik Indonesia (FIG), Morinari Watanabe, mengatakan masyarakat dunia tengah menyaksikan terciptanya sejarah di mana Kejuaraan Dunia pertama kali digelar di Asia Tenggara.

Watanabe juga menyebut Jakarta amat ideal sebagai kota penyelenggaraan. “Jakarta, kota yang kaya akan budaya, masyarakatnya yang hangat, dan dinamis, adalah kota yang sempurna untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia.”

Dia pun berterima kasih atas kerja keras Federasi Gimnastik Indonesia dan panitia penyelenggara. “Saya ucapkan terima kasih untuk Bu Ita Yuliati, panitia lokal, dan Federasi Gimnastik Indonesia atas persiapan Kejuaraan Dunia tanpa kurang satu apapun. Dedikasi dan profesionalisme kalian sangat menginspirasi,” tutur Watanabe.

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati, menyebut event yang diikuti lebih dari 400 atlet dari seluruh dunia ini bukan sekadar kompetisi. “Ini adalah asa dan mimpi Gimnastik Indonesia yang menjadi nyata, sebuah tonggak dalam perjalanan kami untuk menumbuhkan dan menggelorakan gimnastik di Indonesia secara lebih luas dan masif,” ujar Ita.

Ita juga menyebut kejuaraan ini tak hanya menjadi panggung untuk menunjukkan keunggulan, namun juga perjalanan lahirnya cerita-cerita inspiratif dan menjadi motivasi generasi muda gimnastik Indonesia.

“Agar mereka selalu mengingat: tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, dan tidak ada gerakan yang terlalu sederhana, untuk tampil di panggung dunia,” ucap Ita.

Dalam sambutannya, Ita juga mengajak hadirin memberikan penghormatan terakhir (final salute) untuk Naufal Takdir Al Bari. Naufal tidak sempat mencicipi kemegahan podium Kejuaraan Dunia karena wafat di Penza, Rusia, 25 September 2025. Dia meninggal di usia 19 tahun.

“Di tempat ini, pernah tumbuh sebuah harapan dari gymnast muda kami, Naufal Takdir Al Bari, yang tak sempat menggenapi mimpinya untuk tampil di kejuaraan dunia. Namun, semangat Naufal tetap hidup, menjadi bagian dari semangat kita semua,” tutur Ita.

Ita pun mengajak semua pihak untuk menyukseskan kejuaraan ini dan menginspirasi dunia. “Mari mulai kompetisi ini dan selamat bertanding!". ***

wwwwww