Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Iwan Bule Sarankan PSSI Pertimbangkan Kembali STY

Iwan Bule Sarankan PSSI Pertimbangkan Kembali STY
Mochmad Iriawan. (Ist)
Minggu, 19 Oktober 2025 13:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Mochamad Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule memang pecinta sepakbola dan pecinta timnas Indonesia sejati. Meski sudah dua tahun menepi dari gegap gempita dunia sepakbola Tanah Air,  Iwan Bule tetap saja mengikuti perkembangannya.

Tak ada kalimat menyudutkan PSSI yang disampaikan Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 ini ketika Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Tak ada juga kalimat menyalahkan keputusan PSSI menggantikan posisi pelatih asal Korea Selatan (Korsel) Shin Tae-yong dengan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia.

"Sejak dulu hingga sekarang saya itu pecinta sepakbola khususnya Timnas Sepakbola Indonesia." Itu ucapan pendek Iwan Bule saat ditemui di Jakarta, Minggu (19/10/2025l.
Pun begitu juga ketika disinggung soal pemecatan Patrick Kluivert, Iwan Bule hanya melontarkan sumbang saran. Selebihnya, dia serahkan keputusan kepada PSSI dan Exco.

"Belakangan ini kita mendengar ada isu tentang pergantian pelatih kepala Timnas Indonesia karena yang kemarin selesai kontraknya atau dipecat. Terkait itu, saya ingin menyampaikan saran kepada Federasi atau Exco PSSI untuk mempertimbangkan kembali sosok Shin Tae-yong atau STY sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia menggantikan posisi Patrick Kluivert," kata Iwan Bule.

"Saya memberikan saran hanya sebagai pecinta sepakbola dan pecinta Timnas. Soal keputusan itu ada pada Federasi dan Exco PSSI. Karena, saya yakin sepakbola Indonesia bisa berkembang dan lebih baik ke depan," tambahnya.
Kenapa kembali kepada STY?

"Alasan saya sederhana. STY atau Shin Tae-yong sudah sangat mengenal karateristik, kemampuan dan semangat para punggawa Garuda. Mereka sudah berinteraksi cukup lama jadi mereka hapal dan tahu. Meskipun secara bahasa kadang-kadang STY memakai bahasa Korea tapi sudah dimengerti anak-anak Timnas Indonesia. Chemistry sudah terbangun lama," jawab Iwan Bule.

Disebutkan Iwan Bule, era Timnas Indonesia diasuh STY cukup banyak kemajuan yang dicapai meskipun masalah Covid 19 melanda selama dua tahun.

Semua itu tidak terlepas dari komitmen STY dalam menjalankan tiga pola latihan sesuai kesepakatan. Pertama, Mental. "Mental anak anak kita diangkat menjadi mental petarung, jadi mental pemenang dan juga mental juara."

Kedua, disiplin waktu. "Yang bersangkutan (Red-STY) sangat disiplin dengan waktu dimana disiplin sangat penting untuk satu kesatuan Timnas. Kita ketahui dimana anak-anak hanya telat beberaoa menit saja dicoret dari pelatihan timnas. Saya pikir ini menunjukkan kekompakan sangat baik."

Ketiga, Stamina. "Stamina sangat ditekankan oleh STY karena sekali lagi bagaimana pun anak-anak mempunyai taktik dan strategi ataupun skill terbaik tanpa didukung stamina yang baik dia tidak akan bisa bermain full 2x45 menit apalagi ada tambahan waktu."

"Tiga yang diterapkan ini luar biasa. Perkembangannya di Timnas cukup signifikan. Jadi, alasan itu saya menyampaikan saran. Kalau memang usul saya diterima. Terimakasih," tutup Iwan Bule. ***

wwwwww