Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Gymnast Putra Indonesia Siap Tempur di Jakarta Gymnastics 2025

Gymnast Putra Indonesia Siap Tempur di Jakarta Gymnastics 2025
Kelima Gymnast Putra Indonesia. (Foto: JAGOC)
Sabtu, 18 Oktober 2025 21:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Gelaran 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship atau Jakarta Gymnastics 2025 akan dimulai pada Minggu, 19 Oktober 2025. Kelima gymnast putra Indonesia siap menunjukkan aksi-aksi terbaik di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Tampil di hadapan publik sendiri, kelimanya bertekad menjadikan Jakarta Gymnastics 2025 sebagai pembuktian bahwa mereka pantas diperhitungkan. Apalagi, mereka akan bertemu gymnast-gymnast dunia.

“Sejauh ini, (saya) sudah cukup siap karena kami persiapan dari tahun lalu. Sudah ke Jepang, Rusia, habis dari training camp juga langsung kompetisi. Di situlah kami mendapatkan mental bertanding,” ucap Abiyu Raffi.

Hal senada dikemukakan Satria Tri Wira Yudha, di sela-sela latihan. Ada banyak pengalaman yang didapat sepanjang mengikuti pelatnas, baik itu training camp dan mengikuti berbagai kompetisi di luar negeri.

“Salah satunya bisa coba alat baru karena di gimnastik itu banyak alatnya. Beda merek, beda tipenya. Saya juga sangat termotivasi karena ini pertandingan bergengsi dan Indonesia jadi tuan rumah,” ujarnya.

Joseph Judah Hatoguan, yang sempat vakum karena alasan kesehatan, tak sabar untuk unjuk kemampuan di Indonesia Arena. Kesempatan tampil di kejuaraan dunia adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

“Sebenarnya ada sedihnya juga. Saya mau melakukan yang terbaik, tapi enggak bisa karena ada peraturan kode poin baru. (Sedangkan) saya masih rangkaian enam bulan lalu,” tutur Joseph.

Tekad untuk bisa menampilkan gerakan-gerakan terbaik juga dikemukakan Agung Suci Tantio Akbar dan Muhammad Aprizal. Status sebagai gymnast tuan rumah tak membuat mereka terbebani.

“Persiapan sudah maksimal, apalagi WCH (world championship) ajang (besar) pertama saya setelah Asian Games 2018. Soal motivasi, kami sudah beberapa kali bertemu sama atlet-atlet hebatnya,” ucap Agung Akbar.

“Kami training camp di Rusia, sekitar 3 minggu. Secara teknik, cara pengambilan gerakan sih sama. Tapi (bedanya) lebih pada jam terbang. Sekarang sudah tahapan akhir, tinggal matangkan gerakan,” pungkas Aprizal. ***

wwwwww