Viral Bocah Penjual Buah di Pekanbaru Dijambret, HP Baru Milik Orang Tuanya Raib
![]() |
| Ilustrasi (net) |
PEKANBARU – Tangis seorang bocah sekolah dasar (SD) di Jalan Parit Indah, Pekanbaru, menyayat hati warga yang melintas. Bocah yang diketahui berjualan buah untuk membantu ekonomi keluarganya itu menjadi korban penjambretan, ponsel barunya raib digasak pelaku yang berpura-pura sebagai pembeli.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (14/10/2025) sore dan cepat menyebar di media sosial setelah video sang bocah menangis tersedu-sedu diunggah warganet. Dalam video berdurasi satu menit itu, bocah tersebut tampak histeris sambil menceritakan bagaimana pelaku membawa kabur ponselnya.
“Dia pura-pura beli mangga dua kilo. HP saya taruh di dekat jualan. Katanya nanti diambil lagi, eh tiba-tiba orangnya pergi dan HP saya hilang,” ucap bocah itu dengan suara bergetar, disaksikan sejumlah warga yang mencoba menenangkan.
Seorang warga, Umi Rahma (45), yang berada di lokasi, mengatakan pelaku datang mengendarai sepeda motor bebek dan sempat berpura-pura menawar buah. “Anaknya polos sekali. Pelaku bilang mau ambil uang di motor, tapi malah tancap gas bawa HP anak itu,” jelasnya.
HP yang dicuri tersebut diketahui baru dibelikan orang tuanya seminggu sebelumnya. “Dia bilang HP itu hadiah karena sudah rajin bantu orang tuanya jualan,” tambah Umi lirih.
Kabar ini memancing simpati banyak warga dan pengguna media sosial. Beberapa bahkan menggalang donasi untuk mengganti ponsel yang hilang.
Kapolsek Bukit Raya, Kompol David Ricardo, membenarkan laporan penjambretan tersebut. Ia mengatakan, petugas telah turun ke lokasi kejadian untuk memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian.
“Anggota sudah bergerak ke lapangan. Kami juga menyarankan agar keluarga korban membuat laporan resmi agar penanganan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Menurut David, pihaknya kini tengah menelusuri jejak pelaku melalui ciri-ciri kendaraan dan rekaman kamera pengawas yang didapat dari sejumlah toko di sekitar lokasi.
“Kami serius menangani kasus ini dan berharap pelaku segera tertangkap. Kejadian seperti ini sangat meresahkan, apalagi korbannya anak kecil yang sedang berjuang membantu keluarganya,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi cerminan getirnya realitas sosial di tengah kota besar. Di saat seorang anak berusaha meringankan beban ekonomi keluarga dengan berdagang, kejahatan justru datang merampas kerja kerasnya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kumparan.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah |









