Home  /  Berita  /  Cendekia

Menteri Pendidikan Pertama Jadi Tersangka, Catatan Hitam di Era Reformasi

Menteri Pendidikan Pertama Jadi Tersangka, Catatan Hitam di Era Reformasi
Sabtu, 06 September 2025 05:37 WIB

JAKARTA – Ironi mewarnai perjalanan politik dan karier Nadiem Makarim. Sosok yang pernah lantang mengusung pendidikan antikorupsi kini justru ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 1,98 triliun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyebut penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat dari keterangan saksi hingga dokumen pengadaan.

"Telah ditetapkan tersangka baru dengan inisial NAM," kata Anang dalam konferensi pers di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025).

Kasus ini menorehkan sejarah kelam. Dari 30 nama yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan sejak era Ki Hadjar Dewantara hingga kini, baru Nadiem Makarim yang terseret kasus korupsi. Padahal, selama memimpin Kemendikbudristek (2019–2024), ia sering menekankan pentingnya integritas dan pendidikan antikorupsi.

Dalam berbagai kesempatan, Nadiem menegaskan dunia pendidikan harus melahirkan generasi yang berkarakter dan menjunjung nilai Pancasila. Ia bahkan mendorong agar pendidikan antikorupsi diajarkan sejak PAUD hingga perguruan tinggi, salah satunya melalui Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi.

"Integritas adalah pilar utama Profil Pelajar Pancasila," ucapnya dalam webinar Hari Antikorupsi Sedunia, Desember 2020 lalu.

Tidak hanya berhenti di tataran kurikulum, Nadiem juga meluncurkan berbagai program internal di kementerian untuk mencegah praktik rasuah, seperti Internalisasi Antikorupsi bagi pegawai, program Saya Keluarga Antikorupsi untuk Dharma Wanita Persatuan, hingga Anti Fraud dan Tunas Integritas untuk CPNS.

Kini, semua kampanye dan program itu berbalik menjadi sorotan publik. Penetapan Nadiem sebagai tersangka dianggap menampar wajah pendidikan nasional yang sejak awal berdiri dipercaya menjadi benteng utama melawan praktik korupsi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Cendekia
wwwwww