Usai Aksi Damai, Legislator Sumbar Sampaikan Permintaan Maaf Publik
![]() |
| Ilustrasi (net) |
PADANG – Desakan mahasiswa dan masyarakat Sumatera Barat berbuah hasil. Sebanyak 14 anggota DPR RI asal Dapil Sumbar I dan II akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik, setelah sebelumnya dianggap belum maksimal memperjuangkan aspirasi daerah di tingkat pusat.
Permintaan maaf ini muncul pascaaksi damai yang digelar Cipayung Plus Sumbar dengan enam tuntutan utama, salah satunya meminta para legislator menyatakan maaf secara terbuka. Tuntutan itu lahir dari kekecewaan publik yang menilai wakil rakyat Sumbar kurang lantang menyuarakan kepentingan daerah di Senayan.
Dalam pernyataannya, para legislator tidak hanya meminta maaf, tetapi juga berkomitmen untuk berbenah dan memperjuangkan isu-isu strategis bagi masyarakat Sumbar. “Kami berterima kasih kepada mahasiswa dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan tertib, aman, dan damai,” tulis salah satu legislator dalam unggahan media sosialnya.
Berdasarkan pantauan, pernyataan maaf disampaikan melalui video dan gambar di akun Instagram resmi masing-masing anggota DPR. Publik kini menunggu bukti nyata bahwa janji perubahan sikap itu benar-benar diwujudkan dalam kerja legislasi dan advokasi kebijakan di tingkat nasional.
Berikut 14 anggota DPR RI asal Sumbar yang menyampaikan permintaan maaf terbuka:
Dapil I:
- Lisda Hendrajoni (NasDem)
- Andre Rosiade (Gerindra)
- Zigo Rolanda (Golkar)
- Athari Ghauthi Ardi (PAN)
- Rahmat Saleh (PKS)
- Alex Indra Lukman (PDI Perjuangan)
- M. Shadiq Pasadigoe (NasDem)
- Rico Alviano (PKB)
Dapil II:
- Nevi Zuairina (PKS)
- Arisal Aziz (PAN)
- Mulyadi (Demokrat)
- Cindy Monica Salsabila Setiawan (NasDem)
- Benny Utama (Golkar)
- Ade Rezki Pratama (Gerindra)
Masyarakat Sumbar berharap momentum ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi titik balik bagi wakil rakyat untuk lebih lantang menyuarakan kepentingan daerah dan tidak hanya hadir secara simbolis di parlemen. ***









