Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
9 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Pemda Diminta Utamakan Pasar Murah dan Doa Bersama, Hentikan Seremonial Boros dan Flexing Kemewahan

Pemda Diminta Utamakan Pasar Murah dan Doa Bersama, Hentikan Seremonial Boros dan Flexing Kemewahan
Rabu, 03 September 2025 09:10 WIB

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk menunda berbagai kegiatan seremonial yang dianggap boros dan tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat saat ini. Arahan itu ia sampaikan dalam rapat koordinasi virtual bersama kepala daerah se-Indonesia, Selasa (2/9/2025).

Tito menegaskan, acara yang berkesan mewah dan penuh hiburan, terutama konser musik atau pesta, sangat rentan menuai reaksi negatif publik.

"Kalau ada acara musik, nanti dipotong, dinaikkan di TikTok, viral lagi, digoreng lagi. Jadi lebih baik diganti dengan hal positif seperti tumpengan atau santunan anak yatim," ujarnya.

Fokus pada Stabilitas dan Kebersamaan

Mendagri mendorong kepala daerah untuk memperkuat kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), karena setiap unsur memiliki kekuatan penting dalam menjaga stabilitas. Ia juga meminta kepala daerah aktif merangkul tokoh masyarakat di wilayah masing-masing.

"Pemda bisa menggelar doa lintas agama untuk kesejukan suasana. Selain itu, lakukan gerakan pasar murah agar harga beras dan komoditas lain tetap stabil," jelasnya.

Hentikan Flexing Pejabat

Dalam arahannya, Tito juga mengingatkan agar pejabat dan keluarganya tidak memamerkan kemewahan di tengah situasi yang rawan. Bahkan untuk acara pribadi seperti pernikahan atau ulang tahun, ia meminta agar digelar sederhana.

"Jangan flexing. Ingatkan juga keluarga. Kalau ada acara pribadi, lebih baik sederhana saja karena situasi sekarang sangat sensitif," tegasnya.

Larangan Bepergian ke Luar Negeri

Mendagri juga menekankan agar seluruh kepala daerah menunda keberangkatan ke luar negeri. Dalam kondisi rawan, kepala daerah diminta tetap berada di wilayahnya untuk mengendalikan situasi bersama Forkopimda.

"Jangan tinggalkan daerah, kendalikan situasi bersama Forkopimda. Teman-teman TNI dan Polri ingin kepala daerah hadir langsung di wilayahnya," tandasnya.

Pesan Tito ini menegaskan bahwa pemerintah daerah harus lebih peka terhadap kondisi sosial-politik saat ini, dengan mengutamakan kebersamaan dan kepedulian masyarakat daripada hura-hura. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww