Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
9 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Kampus

Iuran BPJS Kesehatan akan Disesuaikan, Dirut: Bukan Pernyataan Saya

Iuran BPJS Kesehatan akan Disesuaikan, Dirut: Bukan Pernyataan Saya
Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ali Ghufron Mukti ditemui di sela Mukernas Persatuan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosni) di Bandung, Sabtu (23/8/2025). (Foto: Antara/Ricky Prayoga)
Senin, 25 Agustus 2025 10:19 WIB

JAKARTA – Polemik penyesuaian iuran BPJS Kesehatan mulai 2026 mendapat tanggapan dari Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti. Ia menegaskan bahwa isu kenaikan iuran bukan berasal dari pihaknya.

Ali menyarankan agar pertanyaan soal kebijakan tersebut ditujukan langsung kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang sebelumnya menyampaikan rencana itu dalam rapat bersama DPR.

"Kan Dirut BPJS belum pernah ngomong itu. Silakan tanyakan beliau," ujar Ali di Bandung, Senin (25/8/2025).

Meski begitu, ia tidak menampik bahwa penyesuaian iuran bisa berdampak positif bagi keberlanjutan layanan kesehatan nasional. "Itu bagus," singkatnya.

Dalam kesempatan berbeda, Sri Mulyani menjelaskan bahwa penyesuaian tarif diperlukan untuk menjaga kesinambungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia menilai, semakin besar manfaat yang diberikan kepada peserta, maka biaya yang harus ditanggung juga meningkat.

"Kalau manfaatnya makin banyak, berarti biayanya memang makin besar," jelasnya dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Kamis (21/8/2025).

Ia menekankan, pemerintah tetap memperhatikan kemampuan peserta mandiri dengan memberikan subsidi. Saat ini, peserta mandiri masih membayar Rp35 ribu dari tarif seharusnya Rp43 ribu, sementara sisanya ditanggung pemerintah.

Sri Mulyani menambahkan, keputusan final mengenai iuran akan diputuskan setelah pembahasan dengan DPR, Menteri Kesehatan, dan BPJS Kesehatan. Pemerintah juga sudah menyiapkan alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp244 triliun dalam RAPBN 2026. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Kampus
wwwwww