Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
21 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
24 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
5
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Home  /  Berita  /  Gelanggang
31st Abu Dhabi International Chess Festival 2025

Permainan Liar Nayaka Hasilkan Setengah Poin, Jodi dan Adit Kalah

Permainan Liar Nayaka Hasilkan Setengah Poin, Jodi dan Adit Kalah
Nayakan (kanan) menahan remis IM Michael Concio Jr (2421) dari Filipina. (PB Percasi)
Jum'at, 22 Agustus 2025 17:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
ABU DHANI - Perjalanan tiga pecatur muda Indonesia di 31st Abu Dhabi International Chess Festival, Hotel St. Regis, Abu Dhani, UEA, mulai semakin berat. Pada babak ketujuh Kamis (21/8/2025) waktu setempat, IM Nayaka Budhidharma (2389) yang mampu mendapat setengah poin.

Pecatur berelorating 2389 ini meraih hasil remis dari pecatur Filipina IM Michael Concio Jr (2421). Itu pun lewat pertarungan panjang dimana Nayaka ketinggalan dua bidak sejak langkah ke-28 pertahanan Hindia Raja.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem memuji ketahanan mental luar biasa yang dimiliki Nayaka. Menurutnya, Nayaka yang memiliki pasangan Gajah terus membuat permainan liar penuh komplikasi. Akhirnya di langkah 37 Concio memutuskan mengorbankan kualitas menukar Bentengnya dengan Gajah Nayaka dengan imbalan satu bidak lagi. Namun, pada langkah 43 lewat kombinasi kecil Nayaka merebut kembali satu bidaknya.

Unggul kualitas Benteng vs Kuda, ada Gajah belang, Nayaka yang hanya punya dua bidak melawan empat bidak Concio mampu bermain presisi dalam setiap manuver Benteng dan Gajahnya yang mempersulit Concio membuat kemajuan sehingga remis disetujui pada langkah 60.

WartaPKU IM Artem Pingin (kiri) dari Ru
IM Artem Pingin (kiri) dari Rusia menghukum kesalahan Jodi di tahap pembukaan hingga menyerah. (PB Percasi)

Hasil sebaliknya dialami IM Azarya Jodi Setyaki (2331) yang membuat kesalahan fatal memundurkan Menterinya ke petak b6 (harusnya ke petak e5) pada langkah 8 pertahanan Gambit Menteri variasi Simetris. Akibatnya Menteri tersebut dikejar-kejar sehingga kalah perkembangan buah dan bahkan Rajanya tidak bisa rokade. Lawannya IM Artem Pingin (2456) dari Rusia tidak memberi ampun melancarkan korban kualitas pada langkah 17. Jodi menyerah langkah 21 karena posisinya sudah berantakan.

Lain lagi kejadiannya dengan  IM Aditya Bagus Arfan (2391) yang melakukan manuver aneh di langkah 5 dan 6 pertahanan Caro-Kann dengan memindahkan Kuda g8 ke c8 melalui petak e7. Langkah aneh tersebut memang cukup membingungkan lawannya pecatur India IM Akshay Borgaonkar (2452). Sayangnya pada langkah 18 Adit tidak menemukan lanjutan terbaik 18…Bb8. Pecatur berusia 19 tahun yang disponsori oleh PT United Traktors ini menjalankan 18…Ge4.

Sejak itu keadaannya berbalik buah caturnya sulit menempati petak-petak strategis. Adit sampai mengorbankan bidak c6 nya pada langkah 23 agar Bentengnya bisa aktif. Tapi Akshay melancarkan kombinasi kecil yang membuat ia unggul satu bidak lagi pada langkah 27. Sejak itu perjuangan Adit adalah bertahan agar jangan sampai kalah. Tapi semua perjuangannya sia-sia, Akshay main akurat sehingga Adit harus menyerah pada langkah 53. 

WartaPKU Langkah aneh Adit (kiri) hanya
Langkah aneh Adit (kiri) hanya sebentar membingunkan pecatur India IM Akshay Borgaonkar. (PB Percasi)

Jadi setelah babak tujuh, Jodi dan Nayaka sama membukukan 4 poin. Jodi +3 =2 -2. Nayaka +2 =4 -1.  Adit tetap 3,5 poin hasil +3 =1 -3. Babak 8 baru dimainkan Sabtu (23/8). Besok Jumat (22/8/2025) waktu setempat akan dimainkan catur kilat (blitz) di mana yang bakal turun cuma Adit dan Nayaka.

Pairing pecatur Indonesia Babak 8, Sabtu (23/8/2025):

- IM Nayaka Budidharma vs Advaith Vemula Vignesh (2441 India)

- IM Azarya Jodi Setyaki vs IM Shiroghlan Talibov (2410 Azerbaijan)

- IM Aditya Bagus Arfan vs FM Suleyman Suleymanli (2316 Azerbaijan). ***

wwwwww